
Para pemilik mobil mewah mengisi BBM bersubsidi di SPBU. (Istimewa)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Keuangan, mobile/tags/Sri Mulyani/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Sri Mulyani Indrawati mengakui mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi bahan bakar minyak (mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM) saat ini masih belum mobile/tags/tepat sasaran/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">tepat sasaran, karena mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM banyak dinikmati oleh pemilik kendaraan yang dikategorikan masyarakat mampu.
Hal itu, diungkapkan mobile/tags/Sri Mulyani/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Sri Mulyani saat merespons pertanyaan peserta dalam pembukaan acara Olimpiade APBN 2022. Ia menjelaskan, kondisi itu akibat mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi yang digelontorkan ke masyarakat adalah mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi barang, dalam hal ini mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM. Sehingga, yang menikmati mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi ini adalah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor.
"Yang tidak punya motor tidak dapat mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi. Kalau punya mobil satu, minum mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi lebih banyak. Kalau mobilnya ada 2-4, berarti menikmati mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi lebih banyak. Nah ini yang biasanya punya mobil banyak yang lebih mampu dan menikmati semakin besar," kata mobile/tags/Sri Mulyani/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Sri Mulyani, Senin (26/9/2022).
Terkait hal itu, mobile/tags/Sri Mulyani/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Sri Mulyani pun tak menampik jika pemberian mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi energi saat ini kepada masyarakat di Indonesia belum mobile/tags/tepat sasaran/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">tepat sasaran. "Ini pilihan bagi suatu negara, mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi tidak mobile/tags/tepat sasaran/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">tepat sasaran, karena yang makin kaya makin menikmati. Tapi, kalau harga dibiarkan terus dengan harga pasar, ini berarti ekonomi berat, inflasi naik rakyat miskin kena. Gara-gara mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM, semua harga jadi mahal," ujarnya.
Meski demikian, Menkeu memastikan bahwa tantangan semacam ini bukan hanya dialami oleh Indonesia saja. Melainkan juga oleh negara-negara lain di dunia, dengan kondisi APBN-nya masing-masing. "Bukan hanya Indonesia, semua negara dihadapkan tantangan yang sama. Setiap negara punya pilihan kebijakan dan setiap negara kondisi APBN-nya berbeda-beda," ujarnya.
Diketahui, anggaran mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi dan kompensasi tahun 2022 telah meningkat, dari APBN awal sebesar Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022. Karenanya, pemerintah pun melakukan penyesuaian harga mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM, seiring penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM sebesar Rp 12,4 triliun.
BLT mobile/tags/BBM/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">BBM itu akan disalurkan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu, yakni sebesar Rp 150.000 per bulan selama empat bulan terhitung mulai Bulan September 2022. Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun untuk 16 juta pekerja, dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta dalam bentuk bantuan mobile/tags/subsidi/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">subsidi upah yang diberikan sebesar Rp 600.000.
Pemerintah Daerah juga harus menggunakan 2 persen dana transfer umum, yaitu sebesar Rp 2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online, dan untuk nelayan.
TAGS : Sri Mulyani subsidi BBM tepat sasaran mobil masyarakat mampu