Ekonomi Dunia Gelap 2023 Dinilai Tak Akan Terjadi di Indonesia

Syafira| Sabtu, 15 Okt 2022 17:39 WIB
HIPMI sebut ekonomi dunia gelap 2023 tak akan terjadi di Indonesia Illustrasi Kantor Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPMi di Jakarta Selatan. (Foto istimewa)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai kondisi perekonomian dunia yang diperkirakan gelap di tahun 2023, tidak akan terjadi di Indonesia. Pasalnya, angka pertumbuhan di Indonesia masih positif 5%.

Hal itu, disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) HIPMI, Bagas Adhadirgha, Sabtu (15/10). "Saat ekonomi dunia sedang minus, Indonesia malah plus di 5 persen. Menurut saya potensi yang ada di Indonesia tetap bisa dikembangkan," ujarnya.

Bagas optimistis perekonomian Indonesia tetap positif, sebab masih mampu melakukan ekspor di tengah negara-negara lain ada yang mulai menahannya. Ia juga menyebut geliat positif sektor perdagangan antar-pulau dan provinsi yang cukup tinggi.

"Walaupun ada yang bilang 2023 resesi. Tetapi perdagangan antar-pulau, antar-provinsi di negara kita cukup tinggi, bahkan saat ini kita sudah mampu melakukan ekspor di saat negara lain menahan ekspor," ungkapnya.

Baca juga :

Kemudian hilirisasi dari sektor minerba atau mineral dan batu bara dipercaya akan menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Hilirisasi menciptakan investasi dan lapangan pekerjaan.

"Menurut saya hilirisasi sektor minerba akan menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian di tahun resesi. Energi akan terus tercipta karena kita butuh energi sampai kapan pun," katanya.

 

TAGS : Hipmi Bagas Adhadirgha ekonomi dunia hilirisasi ekspor

Terkini