
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati. (Foto dok. Humas KLHK)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendorong kegiatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar bisa memberikan dampak positif terhadap kontribusi upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatkan pengelolaan sampah terintegrasi berperan dalam pengendalian perubahan iklim melalui penurunan emisi dari sektor limbah. "Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari merupakan sebuah konstelasi perjalanan panjang sistem pengelolaan sampah," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/2).Vivien menuturkan pengelolaan sampah saat ini mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus manifestasi dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui cara kerja ekonomi sirkular dan sampah menjadi sumber energi.
Ia berharap HPSN 2023 bisa menjadi babak baru pengelolaan sampah di Indonesia menuju sampah nol dan emisi nol. Paradigma pengelolaan sampah terus menunjukkan perubahan yang positif seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.SIPSN juga mencatat bahwa komposisi sampah berdasarkan jenis didominasi oleh sampah sisa makanan sebanyak 41,9 persen, sampah tumbuhan (kayu, ranting, dan daun) 12 persen, sampah kertas atau karton 10,7 persen, sampah plastik 18,7 persen, dan sampah lainnya 6,9 persen.
Sementara itu, komposisi sampah berdasarkan sumber sampah masih didominasi oleh rumah tangga dengan angka mencapai 37,6 persen, pasar tradisional sebanyak 16,6 persen, dan pusat perniagaan mencapai 22,1 persen.Kementerian LHK menargetkan tidak ada pembangunan TPA baru pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TPA pada tahun 2040. Langkah itu guna mengurangi polusi gas metana dari sampah dan limbah yang berpengaruh terhadap iklim.Pada rentang tahun 2030 sampai 2040, pemerintah menerapkan metode menambang sampah dengan mengambil sisa sampah-sampah lama untuk diolah menjadi briket. TAGS : KLHK PSLB3 Rosa Vivien Ratnawat pengelolaan sampah berkelanjutan emisi gas