
Sarasehan penghayat kepercayaan di Loji Gandrung, Surakarta (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Andri Hernandi Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia. Pendidikan dan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa tertulis permendikbud 27/2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan, dikutip Pada Senin (24/7).
Dalam hal ini, ada 5 elemen masuk kurikulum pendidikan kepercayaan, keagunan tuhan, sejarah kepercayaan, budi pekerti, martabat spritual, larangan dan kewajiaba.
Adapun masalah yang muncul, guru harus mengacu UU Guru/Dosen/. Namu, karena adanya diskersi, guru-guru bisa disebut juga pendidik bila dia ingin berstatus penyuluh. Penyuluh umum memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Karena saat itu belum ada resmi untuk jabatan penyuluh kepercayaan, maka, dibangun kompetensi khusus jabatan penyuluh.
Pada tahun 2017, dilakukan inisiasi prodi pendidikan kepercayaan 2021. Tetapi belum ada dosenya yang mempunyai latar belakang pendidikan kepercayaan atau yang kompeten di bidang tersebut.
Sudah ada beberapa kampus yang menjalankan prodi pendidikan salah satunya Untag Semarang, terdapat calon mahasiswa baru diberikan LPDP. Angkatan pertaman 2021 ada 35, angkatan kedua 35, Sekarang terdapat 2 angkatan.
Selain itu, sudah ada 400 penyuluh, diberikan sekitar 100-200. Namun, mereka yang memang seorang penghayat, guru. PNS tetap dapat insentif Supaya tidak double account. Insentifnya sekitar 280 ribu. (Magang)