Indonesia-Korsel Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan

Syafira| Rabu, 06 Des 2023 14:11 WIB
Indonesia-Korsel Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan Indonesia-Korsel Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan. (Foto: KemenPPPA)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga (MoGEF) menjalin kerja sama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkesetaraan gender melalui proyek pemberdayaan sosial ekonomi perempuan di Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Indra Gunawan mengatakan, Proyek Official Development Assistance (ODA) Project to Support Women`s Empowerment yang diinisiasi sejak 2020, pada tahun keempatnya, memberikan dampak positif dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pelatihan vokasional yang berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga (MoGEF) Republik Korea Selatan yang menginisiasi pelaksanaan kerja sama Government to Government dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia," kata Indra dikutip dari laman KemenPPPA, Rabu (6/12).

Indra menuturkan, kerja sama ini dilaksanakan dengan proyek/bantuan hibah yang berlangsung selama 5 (lima) tahun dalam periode 2020-2024. Komitmen dan sinergi antar unsur satu dengan unsur lainnya menjadi kunci utama untuk mengembangkan potensi perempuan dan suksesnya implementasi program pemberdayaan perempuan.

Baca juga :

"Saya berharap dengan kerja sama ini dapat meningkatkan semangat kita semua untuk meningkatkan kepedulian dan upaya kita dalam rangka pemberdayaan perempuan, terutama bagi perempuan yang berkontribusi dalam kewirausahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indra mengatakan, kegiatan proyek bantuan pembangunan perempuan pada 2023 ini dilaksanakan dengan berbagai tahapan kegiatan yang memiliki hasil, seperti peningkatan pelatihan vokasional, pembentukan sistem penghubung lapangan kerja, usaha rintisan, serta penguatan kapasitas inkubasi usaha rintisan dan pembentukan jaringan online.

Ia pun mendorong semua pihak untuk mendukung pemberdayaan sosial ekonomi perempuan Indonesia melalui pelatihan vokasional di Provinsi Jawa Barat.

"Upaya pemberdayaan perempuan ini bagaimanapun membutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Saya berharap proyek ODA ini dapat membangkitkan semangat kita semua untuk mengawal kerja-kerja pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang ekonomi. Berbagai tantangan yang masih perlu kita urai bersama juga hendaknya menjadi dorongan bagi kita semua untuk saling menguatkan. Semoga diseminasi program pada hari ini dapat menjadi awal yang baik bagi langkah sinergi kita ke depan untuk mengimplementasikan sinergi pentahelix dalam rangka mengangkat derajat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan sejahtera,” ujar Indra. 

Sementara itu, Director of International Cooperation, MOGEF Korea Selatan, Hoe-Jin Jeong menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia yang telah gigih dalam mendorong pemberdayaan perempuan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kelancaran proyek tahun ini sesuai rencana. Saya yakin bahwa KemenPPPA dan provinsi Jawa Barat sudah berhasil mencapai hasil yang signifikan. Selama periode ini, sudah ada 3000 peserta yang terlibat, dan kami meyakini bahwa proyek ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Kami berharap proyek ini dapat menghasilkan dampak positif melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dan sektor swasta. Tahun depan sebagai tahun terakhir dukungan kami, saya meyakini bahwa ini adalah waktu yang sangat penting untuk mencari cara memperluas dan mensosialisasikan pelatihan ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Principal Manager dari DoRun DoRun, Republik Korea, Sun A WON menambahkan, pihaknya berharap proses monitoring dan evaluasi kinerja yang telah dilakukan pada 2023 dapat menjadi dasar untuk menciptakan model pelatihan yang memberikan hasil lebih baik.

"Kami berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat bersatu mencari alternatif guna meningkatkan pencapaian. Sekali lagi, saya ingin mengapresiasi semua perempuan yang telah berpartisipasi dalam pelatihan kejuruan. Saya yakin proyek ini akan terus berlanjut, dan saya berharap upaya kami dapat membawa perubahan yang signifikan," ujarnya.

TAGS : KemenPPPA Indonesia Korea Selatan Pemberdayaan Perempuan Vokasional

Terkini