
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dialog dengan para nelayan dalam penutupan kegiatan Petik Laut di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat (12/1/24). (Foto: Kemenko PMK)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendapat beragam keluhan dari nelayan, di antaranya soal harga ikan yang terus mengalami penurunan dan tidak menguntungkan para nelayan yang melaut.
Hal tersebut mengemuka pada dialog dengan para nelayan dalam penutupan kegiatan Petik Laut di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat (12/1/24).
Mengenai persoalan harga ikan yang terus anjlok, Muhadjir berharap agar pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggarannya untuk membeli hasil tangkapan nelayan dengan harga yang pantas.
"Jangan sampai ketika harga ikan anjlok itu bebannya ditanggung oleh nelayan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menanggung permasalahan yang ada melalui pembelian ikan dengan harga yang pantas. Tersedianya alokasi anggaran menjadi penting, untuk membeli ikan nelayan ketika harganya anjlok. Karena dengan subsidi beras tidak cukup," ujarnya.
Muhadjir mengatakan, kesejahteraan nelayan terus diupayakan pemerintah supaya tidak terjebak dalam jurang kemiskinan ekstrem. Dia berjanji kesejahteraan nelayan akan terus ditingkatkan pemerintah.
Untuk menjaga harga, Muhadjir mengatakan, pemerintah akan mengupayakan cold storage besar di Kecamatan Brondong yang bermanfaat dalam menjaga ikan tetap segar dan harganya tetap stabil.
"Cold storage, nanti akan saya koordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, kemudian BRIN. Jika nanti ada teknologi yang bisa digunakan membantu pembuatan cold storage yang layak nanti akan saya usahakan," katanya.
TAGS : Menko PMK Muhadjir Effendy Harga Ikan Nelayan