Nyepi, Menko PMK Tekankan Pentingnya Jaga Toleransi

Syafira| Senin, 11 Mar 2024 18:33 WIB
Muhadjir Effendy menekankan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama yang dimulai dari lingkungan internal umat beragama. Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Upacara Wisuda Bumi Tawur Agung Sasih Kesanga di Area Wisnu Mandala Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Senin (11/03/24). (Foto dok. Humas Kemenko PMK)

Yogyakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menekankan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama yang dimulai dari lingkungan internal umat beragama.

Penekanan itu disampaikan Menteri Muhadjir saat memberikan sambutan di depan ribuan umat Hindu dalam Upacara Wisuda Bumi Tawur Agung Sasih Kesanga di Area Wisnu Mandala Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Senin (11/03/24).

“Kalau di dalam internal umat beragama telah dibangun kebersamaan, keserasian, toleransi, maka dengan agama yang lain akan lebih mudah untuk membangun toleransi,” kata Muhadjir.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga membeberkan terkait tema perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini, yang bertajuk Sat Cit Ananda, Untuk Indonesia Jaya. Disebutkan dalam bahasa Sanskerta, Sat berarti kebenaran, Cit berarti kesadaran, dan Ananda berarti kebahagiaan.

Baca juga :

“Makna dari tema ini adalah untuk selalu mengedepankan kebenaran dalam setiap tindakan dan keputusan kita, membangun kesadaran akan keberadaan diri kita, serta kebahagiaan bersama dalam mencapai kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujar Menko PMK.

Muhadjir juga menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang beragama. Tidak ada satupun dari rakyat Indonesia yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Seperti yang tercantum dalam rumusan resmi negara Indonesia, disebut `Berketuhanan Yang Maha Esa`.

“Tugas kita sesuai dengan tema Hari Suci Nyepi yaitu Sat Cit Ananda untuk Indonesia Jaya ini adalah membangun kebersamaan dan menjaga tolerasi serta menjaga kerukunan,” kata Muhadjir.

Muhadjir berharap Hari Nyepi tahun 1946 Tahun Saka yang bersamaan dengan Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi, menjadi pertanda baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegera Indonesia.

"Dimana umat hindu melakukan pensucian diri dibarengi oleh umat muslim yang akan melaksanakan ibadah di bulan suci,” ujar Muhadjir.

Muhadjir pun menghimbau seluruh umat bergama terutama tokoh agama, pemimpin agama, para Pandita, dan Pinandita untuk memimpin umatnya, pemeluk agama Hindu supaya bisa melaksanakan ajaran dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.

"Begitu juga untuk pemimpin agama yang lain. Harus bisa membangun semangat kerukunan, kebersamaan dan toleransi bukan hanya antar umat beragama tapi juga interen umat beragama," kata Muhadjir.

TAGS : Menko PMK Muhadjir Effendy Hari suci nyepi Tawur agung Ramadan 2024

Terkini