
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong pengelola layanan publik untuk menyiapkan fasilitas yang ramah terhadap kelompok rentan seperti perempuan, anak, lanjut usia, serta penyandang disabilitas.
"Kami mengimbau posko mudik terutama posko terpadu yang melibatkan kementerian teknis seperti layanan kesehatan, layanan bagi perempuan dan anak, serta layanan sosial, agar menyiapkan ruang laktasi, ruang ramah bermain anak, dan ruang istirahat bagi penyandang disabilitas dan lansia,” kata Bintang dalam keterangannya, Jumat (5/4/24) di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Menteri PPPA mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana di Command Center KM 29 serta KM 57 di ruas Tol Cikampek, Jawa Barat, Kamis (4/4).
Menteri PPPA juga menyarankan kepada pengelola jalan tol, PT Jasa Marga juga menyediakan posko aduan kekerasan pada perempuan dan anak, serta layanan aduan kecelakaan untuk mempermudah masyarakat jika ingin melaporkan permasalahan yang dialami selama melakukan perjalanan mudik.
“Selain itu kami mengharapkan bagi para pemudik yang berada baik di rest area, stasiun kereta, bandara, pelabuhan, serta terminal bus ketika mengetahui, melihat, dan mendengar ada kekerasan terhadap perempuan dan anak selama perjalanan dapat menghubungi Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 baik melalui call center di nomor 129 ataupun nomor whatsup 081111-129-129," ujar Menteri PPPA.
"Untuk daerah terdekat bisa berintergrasi atau segera menghubungi UPTD PPPA," sambungnya.
Menteri PPPA mengatakan sangat mendukung agar seluruh pihak bersama-sama untuk menciptakan mudik ramah perempuan dan anak.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengelola Rest Area KM 57 yang sudah menyediakan ruang laktasi dan serta ruang ramah bermain anak. Kami harap fasilitas ini dapat dipergunakan dengan baik walaupun masih ada beberapa catatan yang diberikan oleh Bapak Menko PMK,” pungkas Menteri PPPA
Ia pun mengapresiasi upaya berperspektif gender yang sudah dilakukan oleh pengelola Rest Area KM 57 dengan adanya penambahan toilet perempuan, karena umumnya perempuan memerlukan waktu lebih lama untuk menggunakan toilet dibandingkan laki-laki.
“Kami juga mengimbau kepada ibu-ibu agar fasilitas khusus yang sudah diberikan ini dapat digunakan sebaik-baiknya. Tetaplah menjaga kebersihan, kemudian budayakan antre, karena bagaimanapun juga ketika waktu mudik pengunjung rest area pasti membludak,” katanya.
Menteri PPPA sekaligus menyarankan agar pengelola Rest Area atau penyedia layanan fasilitas umum di rest area menambah petugas kebersihan di sekitar toilet agar toilet tetap terjaga kebersihannya.
Kemudian menyiapkan petugas khusus yang mencatat pengguna ruang layanan laktasi agar dapat diukur efektivitas ruang laktasi yang disediakan di Rest Area KM 57.
“Kami harapkan pengelola rest area lainya dapat menjadikan Rest Area KM 57 sebagai contoh atau inspirasi berkaitan dengan upaya yang senantiasa berperspektif perempuan dan pemenuhan hak anak pada fasilitas yang dimiliki," ujar Bintang.
"Kami juga mengharapkan di setiap rest area disediakan ruang bermain ramah anak serta menyiapkan ruang layanan pengaduan kekerasan,” imbuh dia.
Sedangkan untuk informasi, edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat terkait fasilitas yang disediakan dan informasi layanan kekerasan yang ada di kawasan Rest Area dapat disampaikan melalui leaflet atau SMS blast otomatis kepada pengunjung.
TAGS : Menteri PPPA Bintang Puspayoga Layanan Publik Fasilitas Ramah Kelompok Rentan