
Gedung Kementerian ESDM. (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung penuh kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan Japan Cooperation Center For Petroleum & Sustainable Energy (JCCP) di Bidang Pengembangan Kemampuan dan Kerja Sama Teknik Bidang Energi.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) ESDM Agus Cahyono Adi dalam penandatanganan kerja sama berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh pihak Pertamina dan JCCP.
Ia menilai kerja sama tersebut sangat penting untuk Pertamina sebagai leader dan pionir BUMN sektor energi dalam mendukung target Net Zero Emission 2060, dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Kementerian ESDM mendukung upaya kolaborasi yang dilakukan [Pertamina dan JCCP]," ujar Agus dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (16/5/24) di Jakarta.
"Hal ini tentunya penting karena Pertamina merupakan harapan besar dari pemerintah yang diharapkan menjadi leader dan pionir, menuju target net zero emission di masa datang," ujar Agus menambahkan.
Hal senada disampaikan Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini. Ia menilai, MoU ini menjadi milestone penting dalam proses kolaborasi yang telah dijalankan sebelumnya.
"Ditandatanganinya MoU ini menandakan, kami telah menuju ke level kolaborasi yang lebih solid, sekaligus merupakan bukti komitmen kedua belah pihak untuk menciptakan inovasi, melakukan upaya nyata menciptakan kerjasama saling menguntungkan baik bagi Pertamina maupun JCCP," ujar Emma.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa kolaborasi antara Pertamina dan JCCP merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menghadapi tantangan transisi energi, khususnya trilema energi.
"Tiga aspek potensial yang dapat dikolaborasikan bersama dengan JCCP meliputi 3 aspek, pertama aspek capacity development, kedua, Women Empowerment."
"Ketiga, aspek Technical Assistance yang meliputi inisiatif penelitian yang didukung oleh JCCP, termasuk studi mengenai penerapan teknologi reformasi CO2 di Indonesia dan pembentukan voluntary credit in rubber plantations," ujar Fadjar.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) JCCP, Tsuyoshi Nakai mengapresiasi kolaborasi dengan Pertamina. "Saat ini era yang sangat penting, dimana Jepang dan Indonesia memiliki peranan penting menghadapi berbagai isu yang ada saat ini."
"Berdasarkan historical framework sebelumnya, kami berharap kedua pihak,bisa bersama-sama berkolaborasi lebih dalam lagi dan melanjutkan kerjasama ini," ujar Nakai.
Sebagai informasi, JCCP adalah organisasi non-profit yang didirikan oleh perusahaan-perusahaan minyak Jepang untuk membina hubungan baik antara Jepang dan negara produsen migas melalui pelatihan SDM, kerjasama teknik dan tukar menukar informasi.
Selain dengan PT Pertamina, kerja sama dengan JCCP juga sudah terjalin lama dengan Kementerian ESDM JCCP ini melalui pelatihan - pelatihan yang dilakukan oleh JCCP.
TAGS : Kementerian ESDM Pertamina JCCP Nol Emisi Karbon