
Ilustrasi
Jakarta Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong kebijakan perdagangan yang inklusif gender serta pemberdayaan perempuan dalam berbagai sektor ekonomi.
Hal itu disampaikan Plt. Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Indra Gunawan, pada The First Meeting of The Policy Partnership on Women and the Economy 2024 (PPWE l) yang diadakan oleh Women and the Economy Forum, APEC Peru 2024.
"Sebanyak 64,5% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Dengan mendukung UMKM setara dengan memberdayakan mayoritas perempuan di Indonesia," ujar Indra dikutip dari laman resmi KemenPPPA, di Jakarta, Rabu (15/5/24).
Indra memaparkan, fokus Indonesia adalah memperkuat akses perempuan terhadap peningkatan kapasitas teknis, keuangan, pasar, dan sumber daya digital dan teknologi.
"Upaya ini dilakukan melalui inisiatif seperti pengembangan produk, formalisasi bisnis, pameran dagang, dan pemasaran digital," ujarnya.
Selain itu, program peningkatan kapasitas dijalankan untuk mendorong kewirausahaan berperspektif gender. Hal ini sejalan dengan mandat Presiden RI untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang responsif gender.
Dalam kesempatan ini, Indra juga mengatakan, bahwa ndonesia mengajak seluruh negara di kawasan Asia Pasifik untuk menerapkan kebijakan yang mendukung perempuan.Dukungan tersebut baik dalam industri rumah tangga atau wirausaha ultra mikro.
"Peran perempuan dalam industri ini terbukti mampu membantu menyelamatkan perekonomian nasional dari resesi ekonomi global. Mereka berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan keluarga," ujar Indra.
Dalam kesempatan itu, Indra kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip APEC. Indonesia juga mengajak seluruh negara anggota untuk mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi dan kebijakan pembangunan berkelanjutan yang inklusif gender.
"Dengan memperkuat kolaboasi, kita akan mampu mengatasi tantangan, memperkuat ketahanan, dan memaksimalkan potensi kawasan Asia Pasifik," ujarnya.
TAGS : inklusif gender perempuan UMKM