
Ilustrasi produk kriya
INDONESIAINFO - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencetak wirausaha dari anak-anak putus sekolah. Hal ini diwujudkan melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Terkait hal itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek menghadirkan stan Pameran Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun dan Kriya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Pameran digelar di
Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, dan berlangsung pada 15-18 Mei 2024.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menuturkan, program PKW telah bekerja sama dengan Dekranas untuk memberikan pendidikan yang sangat berguna bagi masyarakat Indonesia.
"Program PKW diberikan kepada anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah dan bekerja usia 15-25 tahun. Kami berharap dengan program PKW anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah dapat menjadi wirausaha-wirausaha tangguh di pelosok negeri,” ujar Kiki, Rabu (15/5/2024).
Lebih lanjut, Kiki mengatakan, bahwa Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi mengedepankan dua program besar dalam PKW yang bekerja sama dengan Dekranas. Yakni Tekun Tenun dan Kriya.
“Dua keterampilan tersebut kami bekalkan kepada para siswa kursus dan pelatihan di bawah naungan Direktorat Kursus dan Pelatihan yang bekerja sama dengan Dekranas serta beberapa Dekranasda yang ada," jelasnya.
"Kemudian memberikan modal usaha bagi para pesertanya agar mereka dapat memulai berusaha menjadi wirausaha-wirausaha muda dan mandiri di seluruh Indonesia,” kata Kiki.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menyampaikan, pihaknya mendukung program-program kerja sama dengan Dekranas.Kerja sama tersebut, ujar Suharti, menjadi kesempatan bagi satuan pendidikan vokasi untuk melakukan penguatan pembelajaran yang implementatif.
“Pada kesempatan ini, kami dari Kemendikbudristek turut membuka stan untuk menunjukkan apa saja yang kami lakukan untuk penguatan terutama di bidang yang terkait dengan kriya,” ujarnya.
Suharti menambahkan, setiap tahunnya Kemendikbudristek memiliki program-program pendidikan vokasi termasuk juga pendidikan kursus, melalui pendidikan di SMK, dan juga melalui pendidikan tinggi vokasi.
“Harapannya, pendidikan vokasi semakin bisa memberikan manfaat untuk anak-anak kita, dan semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang mau berkiprah di bidang vokasi,” ujar Suharti.
TAGS : anak-anak putus sekolah Pendidikan Kecakapan Wirausaha PKW