
Ilustrasi startup
INDONESIAINFO - Startup lokal memiliki kesempatan besar mengepakkan sayap bisnis di tengah berkembangnya ekonomi digital Indonesia.
“Apalagi, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 220 juta pengguna internet, yang menjadikannya salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia,” kata Group Head of Institutional Banking DBS, Tan Su Shan, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Koperasi dan UKM (MenKopUKM), di Jakarta, Jumat (17/5/2024).
Menurut Tan Su Shan, untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi digital, penguatan ide dan sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan secara masif, termasuk dukungan dalam hal permodalan.
“Indonesia tengah menjadi pasar strategis bagi DBS, dan kami bangga dapat menjadi katalis dalam penguatan jejaring antara startup dan venture capitalists,” ujar Tan Su Shan.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki optimistis startup lokal siap menjangkau pasar global. Oleh karenanya dia mengajak 15 startup lokal untuk mendapat dukungan investor atau global venture capital.
“Pertemuan ini akan membuka kesempatan bagi para startup potensial di Asia, khususnya di Indonesia yang memiliki potensi pengembangan startup yang besar,” kata Teten.
Pihaknya kerap kali menemui startup yang tidak mampu bertahan dalam masa 3-5 tahun awal membangun usaha. Salah satu penyebabnya adalah kesulitan mengakses pembiayaan.
“Bank konvensional sering kali tidak bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh para startup, dimana startup kerap mengalami kendala dalam mengakses produk perbankan karena persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Teten
“Seperti aset sebagai kolateral, padahal startup belum memiliki aset yang cukup,” ujar dia.
Oleh karena itu, kata Teten, pertemuan tersebut akan membuka banyak peluang investor maupun pemodal untuk melihat secara langsung ekosistem entrepreneur, kemampuan para startup dan jejaring di antara semua pihak yang hadir.
“Saat ini kami aktif mendukung para startup untuk mengembangkan usahanya, karena kami yakin, Indonesia perlu menumbuhkan ekonomi baru untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” kata Teten.
Sebelumnya diberitakan, Kemenkop UKM bekerja sama dengan DBS Digital Economy Group. Kerja sama ini dilakukan dalam agenda DBS New Economy Connect: Navigating Early-Stage Ventures in Asia, di Singapura, dengan mempertemukan 15 startup pilihan yang telah terkurasi dengan investor global.
Adapun kelima belas startup tersebut adalah Dagangan, Bengkel Mania, Djoin, Zendz, Arconesia, Planawood, Qasir, Inspigo, Beli Ayam, Epitlu, Surplus, myECO, MMHC, Silang, serta Crustea.
TAGS : startup lokal siap menjangkau pasar global Teten Masduki