Kuota Hampir Penuh, Segera Beli Motor Listrik

M. Habib Saifullah| Rabu, 29 Mei 2024 19:50 WIB
Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai telah mencapai 60,1 persen atau sekitar 30.083 unit telah terjual. Ilustrasi, Calon pembeli didampingi tenaga penjual melihat motor listrik yang dijual di showroom motor listrik (Foto: Ist)

INDONESIAINFO.ID - Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) hingga (27/5/2024) telah mencapai 60,1 persen atau sekitar 30.083 unit. Target pemerintah untuk tahun 2024 ialah sebesar 50.000 unit.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan program bantuan pembelian kendaraan listrik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Progress penyaluran bantuan pembelian motor listrik hingga hari ini telah melampaui total penyaluran bantuan di tahun 2023," ujar Febri di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

"Melihat tren penjualan motor listrik pada periode Januari-Mei 2024, Kementerian Perindustrian menargetkan kuota bantuan pembelian 50.000 unit KBLBB roda dua bisa tercapai pada Agustus atau awal September mendatang," kata dia.

Baca juga :

Kemenperin telah mengusulkan agar penerima bantuan pembelian motor listrik diberikan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai lapisan ekonomi, supaya ada perubahan persepsi dan perilaku masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Jika sudah ada perubahan persepi dan perilaku masyarakat serta penggunaan motor listrik dengan jumlah besar dan luas maka dapat menarik investasi memperkuat ekosistem kendaraan listrik.

Meski demikian, pertimbangan bantuan pembelian harus tepat sasaran dari Kementerian/Lembaga lain menjadikan program ini menjadi kurang diminati oleh masyarakat.

“Perlu perubahan persepsi dan perilaku masyarakat atas motor listrik dan ekosistem kendaraan listrik," kata Febri.

Upaya mengubah persepsi tersebut dapat dipicu melalui program bantuan pembelian, agar minat masayarakat dari berbagai lapisan atas motor listrik tinggi. Kalau minat masyarakat tinggi maka akan terbentuk ekosistem kendaraan listrik.

"Hal ini dapat menarik investasi untuk membangun industri pendukung di hulu dan dihilir guna menopang ekosistem motor listrik tersebut," ujar dia.

Pada 2023, pemerintah menetapkan empat kelompok masyarakat sebagai penerima bantuan pembelian motor listrik, yakni penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), penerima Bantuan Subsidi Upah, serta penerima subsidi listrik 450 hingga 900 VA.

Namun meski kebijakan tersebut telah diberlakukan ternyata penjualan dan penyaluran bantuan pembelian motor listrik sepi peminat. Pembelian motor listrik yang mendapat potongan harga dari pemerintah hanya mencapai 2.406 unit.

"Artinya bantuan pembelian hanya tersalurkan pada 2.406 orang penerima," kata Febri.

Oleh karena itu, Kemenperin memperluas sasaran bantuan pembelian motor listrik untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia paling rendah 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Bantuan dari pemerintah berupa potongan harga Rp7 juta untuk setiap satu unit motor listrik. Terobosan kebijakan ini berhasil meningkatkan penjualan motor listrik sekaligus penerima bantuan pembelian, dari 2.406 unit menjadi 9.126 unit (periode September – Desember 2023).

Upaya lainnya yang dilakukan oleh Kemenperin adalah menginisiasi standarisasi baterai listrik untuk meningkatkan daya saing produk dan menarik minat konsumen untuk memiliki motor listrik.

Selain itu, Kemenperin juga melakukan sosialisasi bersama Kementerian dan Lembaga lain untuk mensosialisasikan kebijakan dan manfaat KLBB. Sosialisasi tersebut terutama menyasar semua kelompok masyarakat terkait keunggulan kendaraan listrik.

Salah satu kebijakan yang disampaikan dalam sosialisasi adala mengenai syarat pemenuhan standar 40% TKDN untuk semua KBLBB roda dua yang mendapatkan bantuan pembelian.

“Dari 54 pabrik industri otomotif yang kita miliki, baru 19 industri yang terkurasi melalui syarat 40% TKDN dan dapat mengikuti program bantuan pembelian KBLBB roda dua,” ujar Febri.

TAGS : Kendaraan listrik Kementerian Perindustrian bantuan pembelian

Terkini