Transformasi Pertambangan Jawaban Perubahan Iklim

M. Habib Saifullah| Rabu, 05 Jun 2024 14:39 WIB
Transformasi Industri Pertambangan Jawab Tantangan Perubahan Iklim Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Lana Saria (Foto: ESDM)

INDONESIAINFO.ID - Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Lana Saria mengatakan, transformasi industri pertambangan berperan penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi bersih.

"Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan hijau untuk Indonesia," ujar Lana Saria dalam Indonesia Miner Conference and Exhibition 2024 di Jakarta, Senin (4/6/2024).

Dengan kekayaan mineral dan batubara, Indonesia memegang posisi strategis secara global dalam impelementasi pertambangan berkelanjutan dan juga tanpa melupakan peran serta masyarakat lokal.

"Dari nikel, tembaga, hingga tanah jarang, sumber daya kita adalah kunci bagi teknologi masa depan. Namun, kita harus memastikan bahwa eksploitasi sumber daya ini tidak merusak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar lana.

Baca juga :

Melalui upaya tersebut, Indonesia menunjukkan bahwa industri pertambangan dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, membawa manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini industri tambang juga mulai mengintegrasikan sumber energi bersih dalam operasi mereka, termasuk tenaga surya dan angin. Selain itu, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) juga mulai diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari proses penambangan dan pengolahan.

"Dengan meningkatkan efisiensi energi dan memanfaatkan teknologi hijau, kita tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga meningkatkan daya saing industri pertambangan Indonesia di pasar global," kata Lana

Kemudian, Indonesia juga fokus pada pengembangan mineral tanah jarang yang penting untuk berbagai teknologi hijau, seperti baterai kendaraan listrik dan turbin angin.

"Permintaan global untuk mineral kritis ini terus meningkat, dan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama," ujar Lana.

Indonesia Miner Conference and Exhibition memberikan kesempatan kepada perusahaan tambang dalam memperkenalkan diri pada masyarakat terkait industri serta kinerja dan inovasi.

Kegiatan tersebut digelar (4-6/6/2024) di Westin Hotel Jakarta. Peserta juga berkesempatan terlibat dalam diskusi dengan berbagai topik yang menarik serta peluang jejaring dalam industri pertambangan.

TAGS : transformasi industri pertambangan emisi rumah kaca Lana Saria

Terkini