
Ilustrasi, RIPPP upaya pemerintah dalam mempercepat kesejahteraan di Papua (Foto: PUPR)
INDONESIAINFO.ID - Deputi Bidang Pembangunan Kementerian Perencaaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) Tahun 2022-2041 bisa mengakselerasi kesejahteraan papua.
"Ini sesuai dengan visi dari RIPPP, yaitu terwujudnya Papua mandiri, adil dan sejahtera serta misinya yaitu Papua sehat, Papua cerdas dan Papua produktif," kata Tri Dewi di Jakarta, Sabtu (8/6/2024).
Menurutnya, untuk mencapai pemerataan pembangunan dan kesejahteran secara nasional, khususnya di Papua, RIPPP merupakan landasan untuk percepatan pembangunan ke depan.
Bukan hanya itu, dengan adanya rencana induk dengan sistem informasi ini akan mendongkrak Papua menuju visi Indonesia Emas 2045. Salah satu aspek penting mengenai Papua ialah dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Selain itu ialah aspek pendidikan, adanya pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk membentuk pribadi unggul,kreatif inovatif, berkarakter, dan mampu bekerja sama, menuju Papua Cerdas.
Melalui misi tersebut, pemerintah mengharaokan pada tahun 2041, tingkat kemiskinan dan pengangguran dapat turun menjadi 5,81-2,82 persen dan 4,11-1,173 persen.
Anggota Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Barat Daya Otto Ihalauw menuturkan, RIPPP ini perlu ditindaklanjuti sekaligus dikawal implementasinya. Hal ini bukan perkara mudah mengingat tak sedikit masyarakat yang masih ragu dengan RIPPP.
“Tugas kami selaraskan RIPPP ke tingkat daerah melalui musrenbang. Meskipun, bicara tentang musrenbang, orang di kampung merasa sedih karena sering mendapati pelaksanaan dan penganggaran tidaklah tepat,” kata dia.
Sebagai informasi, Wakil Presiden Ma`ruf Amin bersama menteri PPN/Bappenas secara resmi telah meluncurkan RIPP, di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (7/6/2024).
TAGS : RIPPP 2022-2041 Kementerian PPN/Bappenas kesejahteraan Papua