Makan Korban, Bey Machmudin Minta Semua Pihak Cegah Perundungan

Agus Mughni Muttaqin| Jum'at, 14 Jun 2024 12:10 WIB
Hal itu Bey sampaikan menyusul adanya kasus perundungan yang dialami siswa SMK Kesehatan Rajawali, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Nabila Fitri Nuraini (18) Kunjungi keluarga korban, Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin meminta semua pihak agar pro aktif mencegah perundungan (Foto: ProvJabar)

INDONESIAINFO.ID - Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin meminta semua pihak agar pro aktif mencegah bulliying atau perundungan. Ia menekankan bahwa inisiatif dan keberanian melapor adalah hal yang sangat penting. 

Hal itu Bey sampaikan menyusul adanya kasus perundungan yang dialami siswa SMK Kesehatan Rajawali, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Nabila Fitri Nuraini (18), yang viral di media sosial belakangan ini.

"Kami minta pihak sekolah, orang tua, dan stakeholders agar aktif bekerja sama mencegah perundungan. Kami minta semua pihak harus ada upaya yang masif, jangan sampai terulang lagi," ujar Bey dalam ketrangan resmi dikutip Jumat (14/6/2024).

Sebelumnya, pada 30 Mei 2024, Nabila meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Nabila diduga mengalami perundungan secara psikis dari teman sekelasnya selama tiga tahun hingga depresi dan mengalami gangguan jiwa.

Baca juga :

Mengenai hal itu, Bey Machmudin mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) segera menangani kasus perundungan tersebut.

"Saya sudah minta Plh. Kadisdik untuk betul-betul dikaji, jadi nanti bagaimana caranya apakah harus ada laporan dari setiap guru kepada orang tua atau seperti apa," ujar Bey Machmudin di Bandung, Kamis (13/6/2024).

Lebih lanjut, Bey mengatakan telah menemui keluarga Nabila di rumah neneknya di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (12/6/2024).

Rumah Nabila sendiri sebetulnya berlokasi di Kampung Centeng, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Namun keluarga memutuskan memakamkan Nabila di permakaman keluarga dekat rumah neneknya.

"Saya kemarin mengunjungi dan menyampaikan duka cita mendalam," kata Bey.

Diketahui, perundungan yang diduga dialami Nabila selama tiga tahun muncul tiba-tiba setelah viral di media sosial.

Sementara itu, Sang ibu mengatakan pernah mendapatkan keluhan dari anaknya bahwa telah di-bully temannya, namun meminta tidak menjadikannya masalah karena ingin fokus belajar.

Pihak kepala sekolah pun mengaku tidak mendapatkan laporan ada perundungan dari orang tua.

TAGS : Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin Cegah Perundungan

Terkini