
Ilustrasi tukang sampah (FOTO: SHUTTERSTOCK)
INDONESIAINFO.ID - Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pemilahan sampah perlu dioptimalkan guna mengurangi impor sampah plastik dan kertas yang digunakan untuk kebutuhan industri.
Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Rosa dalam Rapat Koordinasi Nasional Bank Sampah 2024 yang diadakan KLHK di Jakarta, Rabu (3/7/2024). Rosa juga memperkirakan Indonesia bisa bebas dari impor sampah sekitar tahun 2030-an.
"Sampah banyak dan sampah yang belum terkelola itu ternyata dari jumlah yang tadi disebutkan kurang lebih 64 juta ton, sampah yang belum terkelola 30 persen masih terbuang ke lingkungan," ujar Dirjen Rosa.
Sekitar 20-30 persen kebutuhan bahan baku sampah plastik dan kertas oleh industri hingga saat ini masih dipenuhi dengan cara impor.
"Kenapa hal itu semua bisa terjadi? Karena pilah sampahnya belum dilaksanakan secara optimal," ujar Rosa.
Untuk itu, Dirjen Rosa meminta bank-bank sampah di Indonesia yang berjumlah hampir 17 ribu unit, agar bisa berperan sebagai salah satu sumber bahan baku sampah plastik dan kertas bagi industri di Tanah Air.
Lebih lanjut, Rosa mengatakan, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti menjaga konsistensi jumlah bahan baku sampah yang dapat diambil oleh off-taker atau pihak yang mengambil sampah terpilah di bank sampah tersebut.
Selain itu Rosa juga menyoroti pentingnya kualitas sampah terpilah yang ada di bank sampah. Karena Industri daur ulang, produsen atau off-taker yang menggunakan bahan baku sampah, biasanya membutuhkan sampah terpilah bersih, termasuk bebas dari label yang biasa terdapat di sampah tersebut.
TAGS : Impor Sampah Plastik Kementerian Lingkungan Kebutuhan Industri