Kunjungi DPR, Dubes Filipina Bawa Misi Ini

M. Habib Saifullah| Selasa, 09 Jul 2024 19:32 WIB
Duta Besar Filipina melakukan kunjungan ke DPR RI BKSAP DPR RI dipimpin Ketua BKSAP Fadli Zon bertukar cinderamata usai menerima kunjungan Duta Besar Filipina untuk ASEAN (Foto: Dok. Parlementaria)

INDONESIAINFO.ID - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Filipina untuk ASEAN, di Ruang Dubes, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Pertemuan kali ini secara khusus membicarakan isu-isu sekitar masalah-masalah di ASEAN. Salah satunya, gagasan mengenai adanya Parlemen ASEAN sebagaimana disuarakan secara aktif oleh Dubes Filipina.

"Filipina termasuk yang cukup aktif menyuarakan perlunya Parlemen ASEAN atau Parlemen dari negara-negara ASEAN," ujar Fadli.

Fadli Zon menilai ide mengenai Parlemen ASEAN merupakan ide yang menarik yang perlu dipikirkan, sebab parlemen yang dimaksud disini bukanlah seperti Parlemen di Eropa.

Baca juga :

"Parlemen ASEAN itu maksudnya adalah Parlemen yang sudah terpilih dengan mekanisme proses masing-masing dan mungkin sesuai komposisi mereka juga dijadikan semacam komite di dalam Parlemen masing-masing untuk ke ASEAN," kata Fadli Zon.

"Jadi ini juga satu ide yang saya kira sangat baik dan saya kira kita ingin mendukung ini," ujar dia.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan, kedua negara saat diskusi menaruh perhatian khusus terhadap nasib sesama negara ASEAN yaitu Myanmar.

Myanmar sudah tahun ketiga tidak mengikuti ASEAN Summit maupun dari sisi Parlemen tidak menghadiri ASEAN Inter-Parliament SMD (AIPA SMD), hal ini disebabkan tengah terjadi proses menuju demokrasi kembali dan sedang mengalami tantangan di mana junta militer berkuasa.

Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana menyatakan, ASEAN sudah memiliki resolusi tentang implementasi Five Point Consensus (5PC) pada Konflik Myanmar.

Kemudian juga ada satu komitmen untuk memastikan agar ada task force atau adanya envoy yang bisa menjembatani agar kembali Myanmar bisa hadir dalam forum ASEAN maupun AIPA.

"Nah, sehingga engagement kita, khususnya kan ada tiga negara demokrasi di kawasan ASEAN yang utama, yaitu Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Tiga negara inilah yang harus menjadi ujung tombak untuk mengawal proses demokrasi kembali di Myanmar," ujar dia.

Sebagai informasi, Indonesia dan Filipina sama-sama mempunyai satu proses yang cukup dinamis di dalam politik yang demokratis. Bahkan, banyak sekali hubungan budaya, sejarah dan ekonomi dengan Filipina. Serta kedua negara ini saling mendukung di berbagai forum internasional.

TAGS : DPR RI Fadli Zon Duta Besar Filipina

Terkini