Pemerintah Ajak China Eksplorasi Laut Dalam Indonesia

Agus Mughni Muttaqin| Rabu, 24 Jul 2024 20:10 WIB
Kemenko Marves mengatakan, Indonesia yang 70% wilayahnya merupakan lautan, namun baru 19 persen yang dipetakan dan lebih sedikit yang telah dieksplorasi terutama laut dalam Rangkaian acara Sharing Session and University Lecture Tour Indonesia Joint Expedition 2024 terkait eksplorasi laut dalam Indonesia (Foto: Kemenko Marves)

Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) membangun kerja sama dengan Institute of Deep-sea Science and Engineering China (IDSSE) dan Organisasi Nirilaba Internasional OceanX dalam Indonesia Joint Expedition 2024 alias eksplorasi laut dalam Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Firman Hidayat, mengatakan, Indonesia yang 70% wilayahnya merupakan lautan, namun baru 19 persen yang dipetakan dan lebih sedikit yang telah dieksplorasi terutama laut dalam.

"Eksplorasi laut menjadi penting ketika hasil dari eksplorasi tersebut dapat meningkatkan Gross National Income (GNI) per capita," kata Firman Hidayat dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu (24/7/2024).

Menurut Deputi Firman, Indonesia masih relatif sangat perlu mendorong kolaborasi untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transfer teknologi

Baca juga :

"Saya kira dalam dunia riset dan dunia pendidikan, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk bisa meningkatkan kualitas kita secara lebih cepat," katanya.

Sebagai informasi, selain Kemenko Marves, kerja sama ini juga dilakukan bersama K/L teknis seperti BRIN, Kemendikbud dan Kementerian Pertahanan.

Ekspedisi bersama ini memiliki bermacam tema yang di antaranya, mengungkap keanekaragaman hayati laut baru, memahami perubahan iklim, membuka aplikasi dalam kedokteran dan bioteknologi, mengidentifikasi risiko gempa bumi, serta memahami lingkungan laut dalam.

Dengan kolaborasi ini, tim peneliti Indonesia berhasil mencapai titik terdalam di laut Indonesia yaitu kedalaman 7.180 meter.

"Salah satu tujuannya, mengungkapkan keanekaragaman hayati laut indonesia yang baru atau hilang. Contohnya, seperti nanti saat Leg 5 dengan OceanX kita akan melihat lebih jauh tentang ikan coelacanth yang dianggap sudah punah ratusan tahun lalu tapi  ditemukan kembali di Bitung oleh nelayan kita," kata Firman.

Dalam kolaborasi dengan IDSSE dan OceanX, Kemenko Marves tidak hanya berfokus kepada penilitian tetapi juga untuk meningkatkan awareness dan pengetahuan terkait potensi laut Indonesia.

Terutama, kata Firmasn, kepada mahasiswa-mahasiswa yang kelak akan memimpin negara melalui University Lecture Tour yang merupakan kelas umum untuk mahasiswa meningkatkan literasi maritim.

Hal ini dipandang penting karena sebagai negara maritim terbesar di dunia, literasi dan semangat untuk memelihara laut Indonesia perlu dijaga untuk ke depannya.

"Indonesia berencana untuk memperkuat armada kapal riset dan memperkuat riset maritim, dan terutama riset laut dalam. Ke depan, Indonesia harus memiliki Submersible sendiri dengan kemampuan yang sama dengan Fendhouze dan OceanXplorer ROV," kata Deputi Firman.

TAGS : Kemenko Marves Indonesia-China Eksplorasi Laut

Terkini