Hilirisasi Pemerintahan Jokowi Disebut Jauh dari Kata Berhasil

Agus Mughni Muttaqin| Jum'at, 26 Jul 2024 20:02 WIB
Bahkan, kata Mulyanto, beberapa kalangan menyebut pengelolaan tambang secara ugal-ugalan atas nama hilirisasi telah mendatangkan kutukan sumber daya alam Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (Foto: DPR)

Indonesiainfo.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menilai program hilirisasi yang dijalankan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jauh dari kata berhasil, karena keuntungan ekonomis yang didapat tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan di semua area penambangan.

Bahkan, kata Mulyanto, beberapa kalangan menyebut pengelolaan tambang secara ugal-ugalan atas nama hilirisasi telah mendatangkan kutukan sumber daya alam.

Sumber daya alam yang seharusnya dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang, malah hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Anomali terkait kemiskinan yang justru terjadi di daerah kaya SDA atau daerah yang digencarkan program hilirisasi, yang sering disebut sebagai “kutukan sumber daya alam” (deutch desease) ini perlu diteliti lebih dalam oleh Pemerintah dan para ahli,” kata Mulyanto dalam keterangannya, Jumat (26/7).

Baca juga :

Namun menurut dugaan Mulyanto, hal ini disebabkan karena rendahnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan dana pembangunan yang berasal dari dana bagi hasil (DBH) serta pajak lainnya oleh Pemerintah Daerah, termasuk juga merebaknya kasus-kasus korupsi tambang.

Sehingga pemasukan yang besar sekalipun tidak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat atau lambat dicapai," kata Mulyanto.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini melihat masyarakat direkrut hanya sebatas pekerja kasar, karena keterbatasan keahlian.  Ditambah penyimpangan dalam pengelolaan lingkungan menyebabkan sumber air dan lahan menyusut, yang membuat semakin merosotnya pembangunan bidang pertanian di daerah tersebut.

Karena itu, Mulyanto meminta agar Pemerintahan periode berikutnya berani mengevaluasi program hilirisasi tambang yang ada selama ini.

“Karena itu, terkait program hilirisasi agar Presiden periode berikut mengevaluasi kebijakan yang berlaku selama ini secara komprehensif termasuk efisiensi dana pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia mendesak Pemerintah agar melarang ekspor produk nikel setengah jadi berkadar rendah seperti NPI (nickel pig iron) dan ferronikel serta segera mengimplementasikan moratorium pembangunan smelter kelas satu yang menghasilkan produk nikel berkadar rendah tersebut.

"Kita perlu mendorong hilirisasi nikel dengan nilai tambah tinggi sehingga efek gandanya bagi masyarakat meningkat dengan membangun pabrik smelter yang memproduk nikel berkadar tinggi seperti stainless steel, baterai, dll,” kata Mulyanto.

Selain itu perlu audit komprehensif terhadap smelter-smelter dari China yang rawan kebakaran sehingga menimbulkan korban jiwa pekerja yang tidak sedikit," katanya.

TAGS : DPR RI Mulyanto Program Hilirisasi Presiden Jokowi

Terkini