
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Ist)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan penerapan Visa on Arrival (VOA) khusus imigrasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa direalisasikan sebelum berakhir masa jebatannya.
"Saya pamit ke Kota Batam, kemungkinan ini kunjungan terakhir saya. Saya masih ada `PR` buat Kepri, yaitu regulasi visa short term ini sudah final, Harapannya VoA ini bisa selesai sebelum masa jabatan," kata Menparekraf dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (5/8/2024).
Menparekraf mengatakan, minggu lalu dirinya diminta untuk menandatangani kembali rencana peraturan pemerintah mengenai VoA Kepri, dan kini sedang menunggu untuk ditandatangi oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
VoA saat ini masuk fase finalisasi yang diharapkan segera ditetapkan menjadi peraturan pemerintah.
"Seperti yang sudah saya sampaikan dengan pak gubernur pada saat itu, ini dipastikan untuk membantu tambahan kunjungan wisatawan ke Kepri yang selama ini terkendala dengan biaya VoA yang dirasakan membebani dan harga feri yang masih mahal," kata Menparekraf.
Regulasi yang ditujukan kepada ekspatriat yang tinggal di Singapura dan kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri meliputi skema VoA untuk 30 hari dengan tarif Rp 500 ribu dan short term visa yang berlaku 7 hari dengan tarif Rp100 ribu.
"Kami berharap dibebaskan (biaya visa), tapi nanti kita tunggu (VoA), untuk 20 negara penyumbang wisatawan terbanyak," ujar dia
Sandi juga menyoroti harga tiket ferry dan pesawat terbang di Kepri yang banyak dikeluhkan karena masih mahal. Pihaknya berupaya terus menambah jumlah penerbangan dan jumlah ferry sehingga ketersediaannya meningkat.
"Dengan lebih banyaknya kegiatan ekonomi di Batam, kami harapkan ini harga ferry juga akan mulai bisa lebih efisien ke depan, dan bisa diturunkan," ujar dia.
Regulasi VoA ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ke Kepri. Kemenparekraf menaikkan target kunjungan wisata ke Kepri tahun 2024 sebesar tiga juta.
Hingga semester I tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan di Kepri baru 763.406 orang. Dan masih kurang dari target awal. Salah satu kendalanya karena masalah tiket ferry dan VoA.
"Makanya saya dorong terus, hampir tiap 2 minggu sekali saya WhatsApp Bu Sri Mulyani, dan setelah selesai di Bu Sri, sudah tahap finalisasi," kata Menparekraf.
Terkait masih rendahnya capaian kunjungan wisatawan ke Kepri, Menparekraf mengatakan Kemenparekraf akan memandu Pemprov Kepri dalam penyesuaian target wisatawan tersebut.
"Saya justru masih optimistis, nanti dikuartal ketiga saya akan bicara dengan Pak Gubernur, langkah-langkah apa untuk memandu target ini agar para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menyesuaikan," ujar dia.
TAGS : Sandiaga Salahuddin Uno Visa on Arrival Kepulauan Riau