Exxon-ESDM Sukses Hasilkan Minyak Perdana Banyu Urip Infill Clastic

M. Habib Saifullah| Jum'at, 09 Agu 2024 15:37 WIB
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sukses menghasilkan minyak dari pengeboran minyak Perdana Banyu Urip Infill Clastic Blok Cepu  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam peresmian Produksi Minyak Perdana Banyu Urip Infill Clastic Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur (Foto: Dok. Humas Kementerian ESDM)

INDONESIAINFO.ID - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sukses menghasilkan minyak dari pengeboran minyak Perdana Banyu Urip Infill Clastic Blok Cepu sebesar 13.300 BOPD sekaligus menjadi kado istimewa kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keberhasilan ini menjadi bahan bakar dalam menumbuhkan optimisme bahwa potensi migas di Indonesia masih bisa diandalkan.

"Ini kedua kalinya saya berdiri di panggung ini. Pertama, bulan Maret lalu pada saat kita mulai kegiatan drilling. Ada enam program drilling di sini dan waktu itu kita menyampaikan bahwa kita harapkan bisa dihasilkan, bisa berbuah pada tahun ini," kata Arifin di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (9/8/2024).

Sumur pertama ini sudah bisa menghasilkan 13.300 barrel. Menteri ESDM mengharapkan nanti sumur-sumur lainnya juga bisa memberikan kontribusi signifikan sekaligus memberikan impact besar untuk bisa mendorong para pebisnis migas di Indonesia.

Baca juga :

"Masih ada potensi meningkatkan produksi migas kita karena saat ini di sektor minyak ini Indonesia ini defisit," ujar Arifin menambahkan.

Pemerintah bersama SKK Migas terus berupaya untuk meningkatkan produksi sesuai targeyt 1 juat BOPD agar defisit minyak bumi dapat dikurangi.

Untuk itu, Menteri ESDM meminta upaya untuk peningkatan tidak hanya dari lapangan existing, tetapi juga adanya kegiatan seismik baru dan eksplorasi baru yang bisa mempercepat pendeteksian sumur-sumur baru.

Indonesia sendiri masih banyak memiliki potensi minyak. Seperti di Blok Cepu yang hari ini sudah menghasilkan 630 juta barel dan berpotensi menghasilkan 1 miliar baru.

"Harus segera dilakukan percepatan eksplorasi agar segera ada kepastian. Pemerintah memberikan dukungan bagi Exxon untuk melakukan kegiatan seismik dan eksplorasi baru di wilayah lain," kata Arifin.

Terkait pencapaian target di gas, Arifin optimistis bisa dicapai dengan adanya temuan-temuan besar di sektor gas yang saat ini didorong dapat segera diproduksikan, terlebih produksi minyak menjadi tantangan di industri hulu migas.

"Kami terbuka untuk menerima masukan-masukan positif bagaimana cara meningkatkan produksi minyak," ujar dia.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa SKK Migas memberikan perhatian yang besar terhadap Lapangan Minyak Banyu Urip yang menjadi kontributor nomor dua terbesar dengan kontribusinya yang mencapai sekitar 25% dari produksi nasional.

Dwi menambahkan, produksi Lapangan Banyu Urip telah melampaui yang ditargetkan dalam plan of development (POD).

"Berkat berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan oleh SKK Migas dan EMCL dalam menjaga kinerja lapangan, yaitu meningkatkan produksi dengan tetap memperhatikan kemampuan dan daya dukung reservoir yang ada," ujar dia.

Setelah keberhasilan pemboran sumur pertama, diharapkan pada kuartal 4 tahun 2024 diharapkan akan onstream pemboran sumur kedua dan memberikan tambahan produksi hingga 9.300 BOPD.

Investasi untuk ketujuh pemboran sumur mencapai USD203,5 juta atau setara Rp3,25 triliun (kurs Rp16.000 per USD) dan diperkirakan memberikan penambahan penerimaan negara sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp32 triliun diharapkan dapat memberikan tambahan minyak sebesar 42.92 MMSTB.

Upaya-upaya tersebut dapat menjembatani potensi Indonesia dalam mencapai target 1 MMBOPD dan 12 BSCFD pada dekade ini.

"Potensi-potensi ini terus kita gali, tentunya demi meraih cita-cita jangka panjang untuk kemandirian energi," ujar Dwi.

TAGS : Arifin Tasrif ExxonMobil Cepu Limited Blok Cepu

Terkini