
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Foto: Dok. Humas Kemenko PMK)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk lebih mengoptimalkan pencegahan dan penanganan stunting.
"Kalimantan Timur berdasarkan laporan dari Ibu Sekda masih perlu usaha keras. Karena berdasarkan SSGI tahun lalu itu masih sekitar 22,9 persen. Artinya masih di atas rata-rata nasional," ujar Menko PMK dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis (14/8/2024).
Prevalensi stunting Provinsi Kaltim mengalami penurunan dari Tahun 2022 (SSGI) yaitu 23,9 persen menjadi 22,9 persen Tahun 2023 (SKI). Persentase ini masih lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting Indonesia, yaitu 21,5 persen pada 2023.
Sementara itu, prevalensi stunting di Kabupaten Penajaman Paser Utara (PPU), dari tahun 2021 ke Tahun 2022 mengalami penurunan yaitu 27,3% menjadi 21,8%, kemudian kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023 yaitu 24,6%.
Menurut Menko Muhadjir Provinsi Kaltim sebagai lokasi dari Ibu Kota Nusantara (IKN) harus memiliki SDM unggul yang sehat dan bebas dari stunting. Terutama di Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan pintu gerbang IKN.
Pembangunan di IKN harus dinikmati manfaatnya oleh masyarakat PPU maupun kalimantan timur, generasi muda di PPU menjadi penentu masa depan IKN, maka dari itu perbaikan kualitas SDM melalui penanganan stunting harus dilakukan.
"Untuk di Penajam Paser Utara, karena ini merupakan pintu gerbang IKN maka harus mempersiapkan SDM unggul dan berkualitas agar mutlak segera dilakukan." ungkapnya.
Kemudian, untuk mempersiapkan SDM, menurut Menko PMK di Kabupaten Penajam Paser Utara juga harus dibangun lembaga pendidikan yang berkualitas mulai dari jenjang menengah bawah, menengah atas, dan perguruan tinggi yang berkualitas.
Muhadjir juga mengatakan, untuk perguruan tinggi juga sudah mulai banyak yang membangun kampusnya di Penajam Paser Utara.
Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk anak-anak muda yang nanti sebagai penopang kemajuan di IKN.
"Lembaga pendidikan di sini harus diperbaiki sebaik-baiknya agar SDM di Penajam Paser Utara ini nanti bisa mengisi peluang kesempatan kerja dan kebutuhan lapangan kerja yang ada di IKN," ujar dia.
TAGS : Muhadjir Effendy Kalimantan Timur Prevalensi Stunting