Ini Strategi Kemenperin Pulihkan Ekosistem Industri Tekstil

M. Habib Saifullah| Senin, 02 Sep 2024 12:11 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menerapkan tiga strategi untuk hidupkan geliat industri tekstil Ilustrasi pekerja industri tekstil (Foto: Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menerapkan tiga strategi, guna memulihkan ekosistem Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Menurunnya industri TPT salah satunya dipengaruhi oleh kondisi geopolitk dan Covid-19.

Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, strategi untuk mengidupkan kembali industri tekstil ialah menciptakan SDM industri yang mampu membaca arah desain produk yang kompetitif dan inovatif.

Kemudian, mendukung ketersediaan bahan baku dan keseimbangan industri hulu-antara-hilir yang berdaya saing. Serta menghidupkan kembali industri permesinan tekstil dalam negeri yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi industri TPT Nasional untuk menghadapi persaingan pasar global.

"Solusi atas permasalahan jangka pendek industri TPT yang bisa diupayakan antara lain pemberantasan impor ilegal dan impor pakaian bekas hingga pengawasan penjualan produk," ujar Reni dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (2/9/2024).

Baca juga :

Reni juga mengatakan, Kemenperin akan memperluas cakupan industri dan penambahan anggaran Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan TPT, program restrukturisasi mesin TPT juga memiliki dampak positif terhadap efisiensi proses dan peningkatan produktivitas.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Industri (BSKJI) Andi Rizaldi mengatakan, masih banyak potensi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh industri TPT, seperti pasar dalam negeri yang besar.

Selain itu, dalam Masterplan Ekonomi Syariah, regulasi pemberlakuan sertifikasi Halal Barang Gunaan secara wajib di bulan Oktober 2026 akan membuka peluang pasar yang cukup tinggi pada segmentasi pasar Muslim.

"Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar kedua di dunia, sehingga pemenuhan kebutuhan sandang dan barang gunaan lain yang tertelusur kehalalannya tentu akan menjadi pilihan utama umat Muslim," ujar Andi.

BSKJI Kemenperin juga aktif merumuskan Standar Industri Hijau untuk menjamin mutu serta pemenuhan persyaratan isu global. Implementasi prinsip-prinsip industri hijau pada dasarnya mengarahkan industri TPT pada ekosistem keberlanjutan, atau ekonomi sirkular, yang merupakan tren standar komoditas ekspor ke mancanegara.

"Pelaku industri perlu mengetahui standar-standar industri yang harus dipenuhi untuk syarat ekspor khususnya yang berhubungan dengan isu ekonomi sirkular. Diversifikasi produk industri dari rantai ekonomi sirkular ini akan menjadi potensi bisnis yang luar biasa," kata Andi.

TAGS : Kementerian Perindustrian Industri Tekstil Andi Rizaldi

Terkini