Kemen PPPA-Kemenparekraf Luncurkan Desa Wisata Ramah Perempuan

M. Habib Saifullah| Senin, 02 Sep 2024 15:15 WIB
Kemen PPPA-Kemenparekraf meluncurkan Desa Wisata Ramah Perempuan di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali Kemen PPPA-Kemenparekraf meluncurkan Desa Wisata Ramah Perempuan di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali (Foto: Dok. Kemen PPPA)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan `Desa Wisata Ramah Perempuan` di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali.

Peluncuran pedoman ini merupakan bagian dari kolaborasi dalam upaya mengembangkan destinasi dan infrastruktur wisata yang dapat mengakomodir dengan baik kebutuhan wisatawan perempuan maupun bagi pelaku usaha perempuan di lokasi destinasi wisata.

"Pemberdayaan perempuan melalui Desa Wisata Ramah Perempuan menjadi hal yang harus disinergikan dan dikolaborasikan oleh berbagai pihak demi mencari solusi bersama," kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (2/9/2024).

Menteri Bintang juga mengatakan, Desa Wisata Ramah Perempuan yang diinisiasi oleh Kemenparekraf merupakan momentum dan awal yang baik dalam rangka membangun sinergi nyata dari berbagai pihak dan kerja nyata dalam pemberdayaan perempuan dan anak.

Baca juga :

Menurut dia, program ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor pariwisata desa, memberikan mereka akses yang lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka, sekaligus memastikan bahwa desa tersebut menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan.

"Saya percaya bahwa dengan memperkuat peran perempuan di desa, memberikan mereka ruang untuk berpartisipasi dalam pengembalian keputusan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung, kita dapat secara signifikan mengurangi kekerasan terhadap perempuan," kata Menteri PPPA.

Menteri PPPA juga menyampaikan apresiasi kepada Kemeparekraf yang turut berkomitmen dalam mewujudkan DRPPA melalui Desa Wisata Ramah Perempuan, sebagai salah satu upaya mewujudkan SDGs dan pembangunan yang responsif gender.

"Kerja sama antara Kemen PPPA dan Kemenparekraf diharapkan dapat mendukung program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta Desa Wisata Ramah Perempuan melalui berbagai kegiatan," ujar dia menambahkan.

Menteri PPPA berharap program Desa Wisata Ramah Perempuan ini tidak hanya berhenti pada peluncurannya, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang lebih konkret.

"Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan desa," kata Menteri PPPA.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, wisatawan perempuan jumlahnya sangat besar dalam industri pariwisata.

Data Forbes di tahun 2024 menunjukkan bahwa 64 persen wisatawan dunia adalah perempuan. Dari jumlah tersebut, 80 persennya adalah wisatawan perempuan solo travellers dan 60 persen dari wisatawan perempuan bervakansi tidak bersama pasangan.

"Sementara wisatawan nusantara (wisnus) perempuan yang melakukan perjalanan wisata selama tahun 2023 adalah sebesar 33,49 persen sehingga penting untuk menghadirkan destinasi yang ramah perempuan juga anak," ujar Menparekraf.

Dengan adanya Pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan, diharapkan dapat memperkuat peran dan partisipasi aktif perempuan juga meningkatkan layanan dan pengalaman berwisata khususnya bagi wisatawan perempuan.

Sehingga bisa membuat wisatawan perempuan merasa aman, nyaman, dan berkesan ketika mereka berkunjung dan melihat keunikan desa wisata.

TAGS : Kemen PPPA Kemenparekraf Desa Wisata Ramah Perempuan

Terkini