
Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)- Kementerian ESDM sebut efiseinsi energi jadi solusi mitigasi ancaman perubahan iklim yang dihadapi Indonesia (Foto: Ist)
Indonesiainfo.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa efisiensi energi bisa menjadi solusi memitigasi ancaman perubahan iklim yang dihadapi Indonesia.
Sebagai informasi, Indonesia menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, seperti yang diungkapkan oleh data terbaru dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sejak 1981, suhu rata-rata tahunan meningkat sebesar 0,03°C, sementara permukaan laut naik antara 0,8 hingga 1,2 cm per tahun. Ancaman ini sangat signifikan, terutama karena 65% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir.
Direktur Konservasi Energi ESDM, Hendra Gunawan, mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-14 dalam Global Climate Risk Index, menandakan kerentanannya terhadap dampak perubahan iklim.
"Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim. Kita harus segera bertindak untuk mengurangi dampaknya," ujar Hendra dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM pada Minggu (15/9).
Menghadapi tantangan ini, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi. "Menurut World Energy Council, kita memiliki lima variasi sumber energi. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 58 dari 126 negara dalam hal keamanan energi. Perbaikan posisi ini sangat penting," kata Hendra.
Indonesia juga telah meratifikasi Paris Agreement dengan target menjaga kenaikan suhu global tidak melebihi 2°C, idealnya kurang dari 1,5°C. Komitmen nasional termasuk Enhanced NDC (E-NDC) dan target Net-Zero Emission (NZE) merupakan bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Efisiensi energi menjadi langkah krusial dalam strategi mitigasi. "Kita harus menurunkan emisi sebesar 358 juta ton setara karbon pada 2030. Salah satu langkah awal adalah efisiensi energi dengan target 37%," jelas Hendra.
Langkah-langkah konkret termasuk manajemen energi, peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga, penggunaan penerangan jalan umum (PJU) hemat energi, dan adopsi kendaraan listrik.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia berharap dapat menghadapi dan mengurangi dampak perubahan iklim secara efektif.
TAGS : Kementerian ESDM Efisiensi Energi Perubahan Iklim Mitigasi Iklim