
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Sharing Session Startup Go Global 2024 di Jakarta, Teten mengidentifikasi tiga tantangan utama yang harus dihadapi startup untuk sukses di kancah internasional (Foto: Humas Kemenkop UKM)
Indonesiainfo.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai bahwa peluang bagi startup Indonesia untuk berkompetisi di pasar global sangat terbuka.
Dalam acara Sharing Session Startup Go Global 2024 di Jakarta, Teten mengidentifikasi tiga tantangan utama yang harus dihadapi startup untuk sukses di kancah internasional. "Ada tiga tantangan utama yang kerap dihadapi para startup," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (18/9).
Adapun tiga tantangan utama startup Indonesia yang dimaksud ialah akses ke pasar global. Startup perlu memahami pasar internasional secara mendalam, termasuk regulasi dan preferensi konsumen di negara target.
"Penting bagi startup untuk memahami dinamika pasar global agar dapat bersaing secara efektif," kata Teten.
Tantangan kedua, lanjut Teten, ialah kapasitas dan skalabilitas. Startup harus membangun kapasitas yang memadai untuk ekspansi, baik dari segi teknologi, sumber daya manusia, maupun modal. "Mengembangkan kapasitas internal adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya.
Sedangkan tantangan yang ketiga, ialah kolaborasi internasional. Kemampuan untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di luar negeri, seperti pemerintah dan korporasi global, sangat penting. "Jejaring internasional membuka banyak peluang dan akses pasar yang lebih luas," jelas Teten.
Dalam kesemptan itu, Menteri Teten menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung startup melalui berbagai program. Sejak awal tahun ini, KemenKopUKM telah mendampingi 713 startup dalam proses akselerasi dan inkubasi.
“Program Startup Go Global melibatkan 7 lembaga inkubator dan 11 startup yang telah mengikuti study visit ke Belanda dan Australia,” ujar Teten.
Indonesia kini berada di peringkat keenam global dengan lebih dari 2.600 startup aktif. Untuk mendukung pertumbuhan ini, kolaborasi dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia dan lembaga pendidikan sangat penting.
Teten juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkomersialisasikan hasil riset akademis. “Teknologi digital harus sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan,” katanya.
Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM, Siti Azizah, menambahkan bahwa sharing session ini menjadi wadah bagi startup untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.
“Kami ingin belajar dari bagaimana lembaga inkubasi di negara maju mengembangkan ekosistem bisnis mereka,” kata Siti Azizah.
Acara ini juga memfasilitasi pertemuan antara lembaga inkubator dan startup seperti Jokeen ID dan Ruang Halal. Hellen Wallace dari Queenland University of Technology (QUT) Australia menyatakan apresiasi terhadap kerja sama ini dan berharap dapat memanfaatkan praktik terbaik dari Australia.
"Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat membantu startup Indonesia memanfaatkan peluang di pasar global dan mengadopsi praktik yang terbukti sukses," kata Wallace.
Dengan dukungan ini, diharapkan startup Indonesia tidak hanya dapat bersaing di pasar lokal tetapi juga mencatat keberhasilan di tingkat global.
TAGS : Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Startup Indonesia Pasar Global