Kemenperin Dorong Inovasi Berkelanjutan di Sektor Pulp dan Kertas

Agus Mughni Muttaqin| Rabu, 25 Sep 2024 17:15 WIB
Kemenperin Dorong Inovasi Berkelanjutan di Sektor Pulp dan Kertas Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dorong industri pulp dan kertas (selulosa) terapkan konsep berkelanjutan (Foto: Doknet)

Indonesiainfo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri pulp dan kertas di Indonesia, yang berperan krusial dalam perekonomian nasional, menerapkan konsep berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, industri selulosa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Data dari Kemenperin menunjukkan bahwa industri pulp dan kertas menyumbang 0,65 persen terhadap PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2024. Sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di samping itu, nilai ekspor industri ini mencapai USD8,28 miliar pada 2023 dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 280 ribu orang, serta 1,2 juta orang dalam sektor terkait.

Baca juga :

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi, menjelaskan bahwa untuk menjaga momentum pertumbuhan, Kemenperin telah meluncurkan berbagai program strategis. Salah satunya adalah transformasi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS) menjadi Badan Layanan Umum (BLU), yang bertujuan meningkatkan layanan kepada pelaku industri.

“Transformasi ini memungkinkan kami untuk lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Andi dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (25/9).

Andi menyebutkan, Kemenperin juga sangat memperhatikan isu keberlanjutan. Dengan target pengurangan emisi karbon sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030, industri ini berambisi untuk mencapai karbon netral pada 2050.

“Kami percaya bahwa inovasi dan keberlanjutan adalah kunci untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi industri dan lingkungan,” tambah Andi.

Kepala BBSPJIS, Hendra Yetty, mengatakan bahwa pihaknya memberikan berbagai layanan untuk mendukung industri mencapai standar hijau, termasuk sertifikasi untuk ekolabel dan konsultasi bagi perusahaan yang ingin menerapkan praktik ramah lingkungan. 

“Kami berkomitmen untuk membantu industri berinovasi sambil tetap menjaga lingkungan,” ujar Hendra.

Disebutkan, Kemenperin juga aktif memperkuat sinergi melalui kegiatan seperti Temu Bisnis bertema "Layanan Jasa BBSPJIS untuk Mendukung Industri Nasional yang Berkelanjutan." Acara ini bertujuan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, memfasilitasi diskusi, dan menciptakan kolaborasi yang lebih baik dalam sektor industri.

Dengan langkah-langkah inovatif dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, Kemenperin berupaya menjadikan sektor pulp dan kertas Indonesia sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

TAGS : Kementerian Perindustrian Inovasi Berkelanjutan Pulp dan Kertas Industri Selulosa

Terkini