
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas A. M. Djiwandono (kanan) sebut angka kemiskinan di Indonesia berhasil diturunkan (Foto: Antara)
INDONESIAINFO.ID - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas A. M. Djiwandono mengatakan, angka kemiskinan di Indonesia kini berangsur menurun, serta pertumbuhan ekonomi dalam 10 tahun terakhir dapat dijaga dengan baik.
"Capaian ini dilakukan melalui belanja perlindungan sosial dan program pemulihan ekonomi nasional yang efektif sebagai bantalan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan," kata Wamenkeu dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Dengan upaya pemulihan ekonomi yang terus dijaga semakin membaik, Wamenkeu Thomas menjelaskan, pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tetap tinggi dengan inflasi yang tetap dijaga lebih rendah.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, proyeksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat mencapai 5,2 persen dan inflasi diproyeksikan dapat ditekan pada level 2,5 persen.
APBN 2025 juga diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Pemerintah memproyeksikan tingkat kemiskinan turun menjadi 7 sampai 8 persen. Kemiskinan ekstrem ditargetkan mencapai 0 persen.
Sementara, tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,5 sampai 5 persen, serta rasio gini turun menjadi 0,379 sampai 0,382.
"Belanja negara dalam APBN 2025 yang dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat serta transfer ke daerah akan terus dilakukan peningkatan kualitasnya dengan prinsip spending better," ujar Wamenkeu Thomas.
Lebih lanjut, Wamenkeu mengatakan, dalam APBN tahun 2025, kebijakan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) merupakan bagian dari kebijakan belanja pemerintah pusat dan diarahkan agar semakin meningkat kualitasnya.
Salah satunya melalui pemanfaatan digitalisasi birokrasi, pemanfaatan belanja K/L sesuai dengan tema dan arah kebijakan rencana pemerintah, dan optimalisasi penggunaan produk dalam negeri.
"Peningkatan kualitas belanja juga harus dilakukan melalui sinkronisasi belanja Kementerian/Lembaga dan belanja transfer ke daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pengalokasian anggaran," kata Wamenkeu Thomas.
Wamenkeu Thomas menegaskan APBN 2025 bertujuan untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta disusun untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
APBN 2025 dijaga agar tetap sehat dan kredibel untuk mendukung reformasi struktural dalam rangka memperbaiki produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia.
"APBN 2025 disusun di masa transisi pemerintahan dengan semangat keberlanjutan dan optimisme," ujar dia.
TAGS : Thomas A. M. Djiwandono Wamenkeu Angka Kemiskinan APBN 2025