Kemenperin Dorong Pengembangan Hilirisasi Sawit Berkelanjutan

Agus Mughni Muttaqin| Sabtu, 05 Okt 2024 19:04 WIB
Kemenperin Dorong Pengembangan Hilirisasi Sawit Berkelanjutan Berbasis Riset dan Inovasi Acara Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2024 di Nusa Dua, Bali (Foto: Kemenperin)

Indonesiainfo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenerin) terus mendorong pengembangan hilirisasi kelapa sawit yang berkelanjutan melalui riset dan inovasi.

Dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2024 di Nusa Dua, Bali, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa kelapa sawit merupakan contoh nyata dari keberhasilan hilirisasi industri yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Kelapa sawit menjadi model dan contoh sukses dari hilirisasi industri, baik itu untuk menghasilkan produk turunan sawit pangan (oleofood), non-pangan (oleochemical), bahan bakar terbarukan (biofuel), hingga material baru ramah lingkungan (biomaterial), pada skala industri berkelanjutan," ujarnya dalam siaran pers dikutip pada Sabtu (5/10).

Putu menjelaskan, dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah produk hilir kelapa sawit telah meningkat signifikan dari 45 menjadi lebih dari 200 jenis. Dengan nilai ekspor mencapai Rp450 triliun pada 2023, sektor ini berkontribusi 11,6% terhadap total ekspor nonmigas dan menyerap 16,2 juta tenaga kerja.

Baca juga :

Karenanya, kata Putu, Kemenperin berkomitmen untuk mendukung inovasi teknologi di semua lini, dari perkebunan hingga pengolahan. Contohnya, teknologi edible-coating berbasis minyak sawit yang sedang dalam tahap sertifikasi food grade, menunjukkan sinergi antara riset dan kebutuhan industri.

Untuk mempercepat penggunaan teknologi modern, Kemenperin meluncurkan program restrukturisasi mesin dan membangun Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai pusat kolaborasi riset. IMC dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengkomersialisasikan hasil riset.

“Kami sangat terbuka untuk penggunaan IMC agar dapat memfasilitasi tindaklanjut hasil riset hingga mencapai komersialisasi. Kami juga mendorong perusahaan-perusahaan industri pengolahan sawit untuk dapat membangun pusat risetnya di Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemenperin berharap kegiatan Perisai 2024 dapat menjembatani kesenjangan ini dengan mempertemukan para peneliti dengan pelaku industri untuk mengakselerasi implementasi hasil riset.

“Kami memandang penting acara Perisai 2024, yang tahun ini telah diadakan ke delapan kali sejak BPDPKS berdiri, karena luasnya spektrum riset-inovasi yang dibahas mulai dari aspek budidaya perkebunan, penganekaragaman jenis produk hilir, penggunaan bahan bakar nabati, kajian sosial ekonomi, hingga digitalisasi bisnis perkelapasawitan,” tutur Putu.

Perisai 2024 diharapkan menjadi platform untuk menjembatani peneliti dan pelaku industri, memfasilitasi diskusi tentang inovasi dari budidaya hingga digitalisasi. Dengan potensi yang terus berkembang, kelapa sawit diharapkan semakin berkontribusi dalam ekonomi Indonesia secara berkelanjutan

TAGS : Kementerian Perindustrian Hilirisasi Sawit Industri Berkelanjutan

Terkini