
Ketua Dewan Pembina APPSI Ahmad Muzani menghadiri acara Rapat Konsolidasi Asosiasi Peternak & Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), di Yogyakarta, Rabu malam (Foto: Ist)
Indonesiainfo.id - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Ahmad Muzani menyampaikan, Indonesia menjadi salah satu negara yang tingkat konsumsi susunya cukup rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara.
Menurut Ahmad Muzani, hal itulah yang menjadi salah satu penyebab angka kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi dan efeknya, intelligence quotient (IQ) atau kemampuan kognitif rata-rata Indonesia masih menjadi masalah.
Hal tersebut Ahmad Muzani sampaikan usai menghadiri acara Rapat Konsolidasi Asosiasi Peternak & Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), di Yogyakarta, Rabu malam (11/12).
"Presiden RI Prabowo Subianto sangat menyadari itu sejak awal. Bagi beliau upaya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia kita, menjadi sesuatu yang mendesak," katanya.
Maka, lanjut Ahmad Muzani, program makan bergizi adalah program yang dibuat oleh Prabowo dengan tujuan, di satu sisi untuk perbaikan gizi, di sisi lain untuk meningkatkan kualitas SDM dan itu sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Meskipun ada beberapa kendala seperti pembiayaan yang cukup tinggi dan rentang waktu pelaksanaan yang panjang, kata Ahmad Muzani, tapi itu harus dilakukan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045.
"Saat ini, kita masih menunggu skema yang akan diumumkan pemerintah untuk minum susu bergizi dan makan bergizi gratis," katanya.
Sebagai informasi, menurut World Population Review, rata-rata IQ orang Indonesia pada 2024 ialah 78,49. Angka ini disebut berada di bawah rata-rata IQ global yang berkisar antara 85 hingga 115.
TAGS : Ahmad Muzani IQ Orang Indonesia Makan Bergizi Gratis APPSI