Legislator Minta Kemenkeu Genjot Pendapatan Negara Selain dari Pajak

Agus Mughni Muttaqin| Jum'at, 13 Des 2024 20:05 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menilai bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perlu melakukan terobosan lain dalam meningkatkan pemasukan negara selain melalui pajak Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, di Jakarta. (Foto: Ist)

Indonesiainfo.id - Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menilai bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perlu melakukan terobosan lain dalam meningkatkan pemasukan negara selain melalui pajak. Terlebih, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai lesu.

Selain itu, kata Anis, kenaikan pajak tersebut dinilainya bertentangan dengan konsep Countercyclical Capital Buffer (CCyB) yang digaungkan Kemnekeu pada masa pandemi covid-19 lalu.

“Tidak berarti ketika kita ingin terus meningkatkan tren pajak yang dilakukan adalah sebagaimana yang sudah dilakukan dan saya juga tahu itu ada di Undang-Undang HPP dengan meningkatkan PPN dari 11 menjadi 12 persen,” ujar Anis dalam siaran pers dikutip Jumat (13/12).

Keterangan tersebut Anis sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

Baca juga :

Ia menjelaskan bahwa kondisi di masyarakat di lapangan kini yang mengalami penurunan daya beli. Hal itu terjadi lantaran pemutusan hubungan kerja massal terjadi di mana-mana akibat banyaknya perusahaan besar yang tutup.

Bahkan, lanjut Anis, belum lama ini, riuh soal para petani yang membuang hasil panen mereka karena harga jual yang murah.

“Dan saya juga tahu bahwa menteri pernah ke pasar-pasar gitu ya melihat dan berdialog langsung dengan para pedagang-pedagang, dan kalau kita lihat sekarang ini itu sangat jelas terlihat bahwa daya beli masyarakat itu mengalami penurunan. Kita tidak bisa mengelak dari kenyataan yang ada,” ujar Doktor Ekonomi Syariah itu.

Maka dari itu, Anis juga mempertanyakan upaya kementerian keuangan terkait kondisi riil yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Jadi saya kira kita perlu melihat dengan kedalaman atau lebih dalam lagi mengenai persoalan kemiskinan pengangguran dan ketimpangan gitu supaya kita tidak hanya melihat di permukaan saja," ujarnya.

TAGS : DPR RI Anis Byarwati Kementerian Keuangan Pendapatan Negara Pajak

Terkini