
Wamenag Romo Muhammad Syafi`i setelah bertemu dan membahas berbagai solusi nyata atas kendala yang dihadapi madrasah dalam pelaksanaan SNPMB dengan Mendiktisaintek, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (Foto: Kemenag)
Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, mengingatkan pentingnya peran madrasah dalam memastikan siswa dapat mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dengan optimal.
Pasalnya, SNPMB menjadi langkah penting dalam menjaring calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN). SNPMB terdiri dari tiga jalur seleksi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Namun, beberapa madrasah masih menghadapi kendala, termasuk keterlambatan dalam penginputan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Situasi ini dapat memengaruhi peluang siswa, khususnya dalam jalur SNBP yang mengutamakan prestasi.
"Setiap madrasah harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan proses seleksi masuk perguruan tinggi bagi siswanya," tegas Wamenag setelah bertemu dengan Mendiktisaintek, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (7/2/2025). Pertemuan tersebut juga membahas berbagai solusi nyata atas kendala yang dihadapi madrasah dalam pelaksanaan SNPMB.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret untuk menangani kendala teknis yang menyebabkan sejumlah madrasah terkendala dalam finalisasi pendaftaran di PDSS.
"Kami sudah bersurat resmi tertanggal 3 Februari lalu kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) untuk menyampaikan permasalahan ini. Karena permasalahan tersebut bersifat teknis pada aplikasi, hal ini akan didiskusikan dengan pihak IT penyelenggara," jelas Suyitno.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengimbau kepala madrasah untuk menyikapi situasi ini secara bijaksana.
"Kami meminta para kepala madrasah untuk menyikapi persoalan ini dengan arif, memberikan penjelasan yang memadai kepada siswa dan orang tua. Kemenag, khususnya Direktorat KSKK, telah melakukan berbagai upaya agar madrasah-madrasah yang terlambat menyelesaikan proses pendaftaran siswa tetap diberikan kesempatan," jelasnya.
Sebagai langkah nyata, madrasah juga diharapkan proaktif memfasilitasi persiapan siswa, misalnya dengan menyelenggarakan program bimbingan belajar. Dukungan ini akan membantu siswa lebih siap menghadapi seleksi dan meningkatkan peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri yang diimpikan.
Sebagai informasi, dalam mendukung pelaksanaan SNPMB, Direktorat KSKK Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan program ini kepada madrasah di seluruh Indonesia, di antaranya memberikan arahan terkait input data siswa melalui PDSS.
TAGS : Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii Madrasah SNPMB