Ramadan 2025, Kemenag Ajak Media Sajikan Konten Menenangkan

Agus Mughni Muttaqin| Sabtu, 15 Feb 2025 13:35 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) mengajak media untuk menyajikan program siaran agama yang selaras dengan Deklarasi Istiqlal selama Ramadan 1446 H/2025 M Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemang, Abu Rokhmad dalam Temu Penanggung Jawab Program Siaran Agama Islam di Media, di Wisma Kemenag, Jakarta (Foto: Kemenag)

Indonesiainfo.id -  Kementerian Agama (Kemenag) mengajak media untuk menyajikan program siaran agama yang selaras dengan Deklarasi Istiqlal selama Ramadan 1446 H/2025 M. Di antara pesan Deklarasi Istiqlal adalah mengedepankan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemang, Abu Rokhmad dalam Temu Penanggung Jawab Program Siaran Agama Islam di Media, di Wisma Kemenag, Jakarta.

"Ramadan adalah bulan kedamaian. Karena itu, media harus menyiarkan konten yang memberikan ketenangan kepada umat," ujar Abu dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (15/2).

Ia menegaskan, Kemenag melakukan kerja sama dengan media penyiaran untuk memastikan siaran agama disampaikan oleh ulama dan narasumber yang berkompeten, sehingga pesan dakwah dapat tersampaikan secara damai dan inklusif.

Baca juga :

Abu menekankan, siaran agama selama Ramadan harus sejalan dengan semangat Deklarasi Istiqlal, yaitu menolak segala bentuk dehumanisasi, serta mengedepankan empati, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama tanpa memandang latar belakang sosial dan budaya.

"Siaran agama juga harus mendorong sikap empati, kasih sayang, serta penghormatan terhadap sesama, tanpa memandang latar belakang sosial dan budaya," dia menambahkan.

Selain itu, ia mengungkapkan pentingnya isu lingkungan dalam dakwah Ramadan. Menurutnya, Islam mengajarkan bahwa alam adalah amanah yang harus dijaga, sehingga siaran agama diharapkan mengajak masyarakat untuk hidup lebih ramah lingkungan.

"Islam menempatkan alam sebagai amanah yang harus dijaga. Siaran agama di bulan Ramadan juga menekankan kesadaran ekologis, mengajak masyarakat untuk hidup lebih ramah lingkungan, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai bagian dari ibadah," kata dia.

Menurut Abu, media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun harmoni sosial melalui siaran agama, terutama selama Ramadan yang merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan dan persatuan.

"Ramadan, bulan persaudaraan dan persatuan, harus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarumat beragama, membangun toleransi, serta mencegah munculnya ujaran kebencian yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat," kata dia.

Selain menyiarkan ceramah agama, media juga diharapkan menyajikan kisah-kisah inspiratif tentang gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.

"Media tidak hanya sekadar menyajikan ceramah agama, tetapi juga harus menghadirkan inspirasi melalui kisah nyata yang dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi sesama," kata Abu menjelaskan.

Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu berharap, kemajuan teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas pemahaman umat terhadap ajaran Islam, bukan malah menghambat dakwah.

"Saya yakin bahwa dengan diskusi dan pertukaran gagasan dalam forum ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang mampu meningkatkan kualitas siaran agama di media. Dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, kita dapat mewujudkan siaran agama yang berkualitas, inspiratif, dan mampu menjawab tantangan zaman," tandasnya.

TAGS : Kementerian Agama Dirjen Bimas Ramadan 2025 Media Deklarasi Istiqlal

Terkini