Kemenag Tekankan PTKN Harus jadi Kampus Beragama Berdampak

Agus Mughni Muttaqin| Senin, 24 Feb 2025 16:06 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mendorong penguatan inisiatif Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam gerakan beragama berdampak Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin dalam Rapat Kerja Pimpinan UIN Mataram terkait PTKN kampus beragama berdampak (Foto: Kemenag)

Indonesiainfo.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mendorong penguatan inisiatif Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam gerakan beragama berdampak.

Kamaruddin mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan “mega cultural diversity”. Jika tidak dikelola dengan baik dan benar, itu bisa menjadi potensi konflik dan ketegangan. Dalam hal ini, agama memiliki posisi strategis, serta peran sentral dan fundamental dalam penguatan kerukunan.

"Bergama harus berdampak pada kemaslahatan ummat. Nilai-nilai moral agama menyatu dalam hidup pemeluk setiap agama. Agama tidak boleh jauh dan berjarak dari pemeluknya, Beragama Berdampak," kata Kamaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag pada Senin (24/2).

Dalam Rapat Kerja Pimpinan UIN Mataram di Mataram pada Sabtu (22/2), Sekjen Kemenag menekankan, PTKN harus menjadi kampus beragama yang berdampak nyata bagi masyarakat sekitar, berperan menciptakan kerukunan, membangun ekonomi ummat, menghilangkan kebodohan dan kemiskinan.

Baca juga :

"Intinya, keberadaan kampus harus dirasakan manfaatnya seperti karya ilmiah yang dihasilkan mesti berdampak kepada masyarakat bukan sebatas kebanggaan," ujarnya.

Kamaruddin melihat masih ada anomaly. Di beberapa kampus, masih dijumpai masyarakat sekitarnya yang tidak berpendidikan, miskin, dan terjadi krisis lingkungan. Seolah keberadaan universitas di tengah masyarakat tidak menjalankan fungsinya.

Kamaruddin menekankan bahwa kampus harus membangun koneksitas fundamental dengan masyarakat, dunia usaha. dan dunia industri. Dosen dan mahasiswa harus turun langsung ke masyarakat memberikan pembinaan, pencerahan dan solusi yang kongkrit atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Seperti menghidupkan konsep zakat dan waqaf dalam menanggulangi krisis ekonomi yang dimulai dari dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang nantinya dapat diinvestasikan melalui instrumen keuangan syariah untuk mendukung beasiswa, penelitian, dan pengembangan kampus," paparnya.

"Kemudian penerapan eko-teologi (fiqhul bi`ah) sebagai alternatif dalam menanggulangi krisis lingkungan," sambungnya.

"Perlu ada gerakan menanam satu juta pohon oleh mahasiswa dan alumni, sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung keberlanjutan lingkungan," katanya lagi.

TAGS : Kementerian Agama Kamaruddin Amin PTKN Kampus Beragama Berdampak

Terkini