Prabowo Diminta Bertindak, Dugaan Kartel Impor Bawang Putih Kian Menguat

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Senin, 03 Mar 2025 13:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto didesak turun tangan secara langsung untuk menindak bawahannya yang diduga terlibat dalam permainan impor bawang putih di Kementerian Perdagangan. Presiden Prabowo Subianto (Foto: Jurnas)

INDONESIAINFO.ID - Presiden Prabowo Subianto didesak turun tangan secara langsung untuk menindak bawahannya yang diduga terlibat dalam permainan impor bawang putih di Kementerian Perdagangan.

Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa Presiden perlu turun langsung karena praktik impor ini telah berlangsung lama dan merugikan negara.

"Harus ada tindakan tegas. Jika dibiarkan, kerugian negara akan semakin besar akibat permainan impor ini," ujar Uchok.

Ia menambahkan bahwa praktik ini melibatkan kementerian teknis dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Oleh karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo untuk membasmi para mafia yang bermain dalam skema impor bawang putih.

Baca juga :

"Sejak dulu, semua urusan impor pangan, termasuk bawang putih, harus dibersihkan dari kepentingan kelompok tertentu," tegasnya.

Kasus dugaan kartel impor bawang putih kembali mencuat dengan fakta baru yang lebih mengejutkan. Kuota impor yang seharusnya ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri justru dijadikan alat transaksi dengan harga tinggi.

Kartel ini melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kendali atas kuota impor. Dengan mengatur distribusi izin, mereka menjual kuota tersebut kepada importir dengan harga mencapai Rp7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dari harga seharusnya. Akibatnya, harga bawang putih di pasar melonjak drastis.

Kementerian Pertanian (Kementan) diduga turut berperan dalam mengarahkan skema ini dengan menciptakan kesan bahwa impor dilakukan demi kepentingan publik. Namun, realitanya, kebijakan impor dimanfaatkan oleh segelintir pihak demi meraup keuntungan pribadi dengan cara yang tidak transparan.

Proses pemberian izin impor yang seharusnya terbuka dan diawasi, justru diduga sudah diatur sejak awal. Sejumlah perusahaan baru yang tidak memiliki rekam jejak jelas dalam sektor pertanian diberikan izin impor dalam jumlah besar.

Dugaan semakin menguat bahwa Kementan sengaja membagi kuota impor secara selektif agar kelompok bisnis tertentu bisa mengendalikan pasokan dan harga di pasar. Kendati diklaim untuk kepentingan masyarakat, kenyataannya, kebijakan ini justru memperburuk kondisi pasar dan memberatkan konsumen.

 

TAGS : Prabowo Kementan Impor Bawang Putih Mafia

Terkini