
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin bersama Plt Irjen Kemenag Faisal (Foto: kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menempati peringkat kedua dalam capaian Aksi Pencegahan Korupsi 2023–2024 dengan kategori baik berdasarkan penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa pencapaian ini harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dalam program pencegahan korupsi untuk periode 2025–2026.
Dalam Rapat Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Kemenag yang digelar di Jakarta pada Senin (17/3), Kamaruddin menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Kemenag dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa kementeriannya akan terus berupaya meningkatkan efektivitas program pencegahan korupsi guna mencapai standar yang lebih tinggi.
Sebagai bentuk komitmen, Kamaruddin telah menandatangani kesepakatan pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi 2025–2026 yang akan berfokus pada tiga aspek utama. Pertama, digitalisasi layanan publik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, terutama dalam layanan pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).
Dengan sistem berbasis digital, diharapkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, akurat, dan terhindar dari praktik korupsi.
Kedua, peningkatan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa. Kemenag akan menerapkan sistem Beneficial Ownership (BO) serta Vendor Management System (VMS) untuk memastikan setiap penyedia jasa dinilai secara objektif dan bertanggung jawab. Ke depan, evaluasi kinerja penyedia barang dan jasa akan dilakukan secara mandatori oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar seluruh proses pengadaan lebih terstruktur dan terpantau dengan baik.
Ketiga, penguatan sistem penanganan perkara dan benturan kepentingan. Kemenag akan menetapkan pedoman khusus dalam pengelolaan konflik kepentingan yang sejalan dengan Peraturan Menteri PAN-RB No. 17 Tahun 2024. Pedoman ini akan menjadi dasar dalam menjaga integritas aparatur Kemenag agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dalam pengambilan keputusan.
Plt Inspektur Jenderal Kemenag, Faisal Ali Hasyim, menambahkan bahwa KPK melalui Tim Stranas PK telah merilis daftar 10 kementerian/lembaga dengan nilai tertinggi dalam implementasi program pencegahan korupsi 2023–2024. Kemenag berhasil memperoleh skor 97, yang merupakan nilai tertinggi kedua di antara seluruh kementerian dan lembaga yang dinilai.
Menurut Faisal, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Kemenag dalam menerapkan reformasi birokrasi. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga aksi utama yang menjadi fokus evaluasi KPK dalam menilai kinerja Kemenag, yaitu perencanaan dan penganggaran, transparansi pengadaan barang dan jasa, serta penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Keberhasilan dalam melaksanakan ketiga aspek ini menunjukkan bahwa Kemenag memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih serta bebas dari praktik korupsi.
Faisal menegaskan bahwa pencapaian ini tidak akan menjadi akhir, tetapi justru menjadi landasan untuk terus meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi di lingkungan Kemenag.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kementeriannya akan terus memperkuat pengawasan internal serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga integritas dan transparansi di sektor pemerintahan.
TAGS : Kemenag Pencegahan Korupsi KPK