
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin (Foto: kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, memberikan apresiasi terhadap peran Majelis Hukama Muslimin (MHM) dalam memperkuat toleransi dan harmoni sosial di Indonesia. Ia menilai kehadiran MHM telah menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan keberagamaan yang damai.
Hal ini disampaikan Kamaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Interfaith Iftar atau Buka Puasa Bersama Tokoh Lintas Agama di Jakarta pada Minggu (23/3). Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti pendiri MHM M. Quraish Shihab, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta sejumlah duta besar dari Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Yordania, Maroko, Singapura, dan Palestina.
Hadir pula perwakilan kedutaan Malaysia, Filipina, Kamboja, Myanmar, Kuwait, Pakistan, dan Kazakhstan, serta pejabat Kementerian Agama, termasuk Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija dan Dirjen Bimas Buddha Supriyadi. Selain itu, tokoh-tokoh lintas agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, PHDI, Walubi, Permabudhi, dan Matakin juga turut serta dalam kegiatan ini.
Kamaruddin menegaskan bahwa pertemuan lintas agama yang diinisiasi MHM memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian. Menurutnya, stabilitas sebuah bangsa sangat bergantung pada hubungan harmonis antarumat beragama. "Tanpa kedamaian antaragama, tidak akan ada kedamaian nasional. Dan tanpa dialog antaragama, tidak mungkin ada pemahaman yang mendalam tentang keyakinan masing-masing," ujarnya.
Ia menilai MHM berhasil menciptakan ruang bagi para pemuka agama untuk saling berbagi pemikiran dan memperkuat hubungan baik. Indonesia sebagai negara yang religius, lanjutnya, membutuhkan peran aktif agama dalam membangun persatuan.
"MHM dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam menjaga kerukunan di tengah tantangan global," tegas Kamaruddin.
Sementara itu, Direktur MHM Indonesia, Muchlis M Hanafi, menyampaikan bahwa Interfaith Iftar telah diadakan untuk kedua kalinya sebagai wadah bagi tokoh agama dalam mempererat persaudaraan. Menurutnya, dalam dunia yang semakin terpolarisasi, momen kebersamaan seperti ini menjadi simbol harapan akan kedamaian dan toleransi.
"Kami tidak hanya berkumpul untuk berbuka puasa, tetapi juga untuk memperkuat nilai kemanusiaan, saling memahami, dan membangun jembatan persaudaraan," ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan dari enam agama, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
TAGS : Kementerian Agama Dialog Agama MHM