Lepas 1.200 Peserta Pemagangan ke Jepang, Menaker Beri Pesan Penting

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Jum'at, 09 Mei 2025 17:37 WIB
Sebanyak 1.200 peserta program pemagangan ke Jepang secara resmi dilepas oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, pada Jumat (9/5). Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli (Foto: Ist)

Semarang, INDONESIAINFO.ID - Sebanyak 1.200 peserta program pemagangan ke Jepang secara resmi dilepas oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, pada Jumat (9/5), dalam sebuah seremoni yang digelar di Semarang. Program ini merupakan hasil kerja sama antara DPW III Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Dirjen Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan Agung Nur Rohmad, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, Ketua Umum AP2LN Firman Budiyanto, serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Dalam pidatonya, Menaker menegaskan bahwa pemagangan luar negeri menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam membuka akses kerja lebih luas bagi tenaga kerja muda sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka di pasar global.

“Program ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah terkait lapangan kerja. Magang menjadi salah satu strategi utama, dan tahun ini kami menargetkan 50 ribu peserta magang ke luar negeri,” ujarnya.

Baca juga :

Pada kesempatan tersebut, Menaker menyampaikan empat pesan penting kepada para peserta sebelum berangkat ke Jepang. Pertama, jadilah duta bangsa. Para peserta diharapkan menunjukkan identitas Indonesia melalui sikap sopan santun, menjunjung nilai-nilai ketimuran, serta kedisiplinan yang tinggi.

Kedua, teruslah belajar. Menaker menekankan bahwa magang bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran jangka panjang. Ia mendorong peserta untuk mempelajari berbagai hal di tempat magang dan tidak membatasi diri hanya pada tugas yang diberikan.

Ketiga, jaga nilai dan budaya Indonesia. Ia mengingatkan peserta untuk tetap memegang teguh jati diri dan tidak larut dalam budaya asing. “Budaya Indonesia adalah kekayaan yang harus dijaga. Jangan sampai budaya keseharian adik-adik berubah sepulang dari Jepang,” tegasnya.

Keempat, hormati orang tua. Menaker menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua sebagai sumber keberkahan hidup. "Tetaplah berkomunikasi selama berada di Jepang. Karena kemudahan hidup kita ada dalam keberkahan yang diberikan orang tua," ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut memberikan arahan kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa para pemagang merupakan representasi bangsa dan daerah. Oleh karena itu, ia meminta mereka menjaga nama baik Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

“Kalian datang ke Jepang harus membawa nama baik Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Tengah. Saya titip, belajarlah. Belajarlah dari cara kerja orang Jepang. Belajar profesionalisme, belajar tindak-tanduk, tingkah laku, laku lampahnya orang Jepang itu seperti apa. Belajarlah apa pun yang ada di sana," pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum AP2LN, Firman Budiyanto, menegaskan komitmen organisasinya dalam menjaga kualitas program pemagangan. Ia menyatakan bahwa AP2LN terus berupaya mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia setelah kembali dari Jepang.

“Program pemagangan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia sejak 1993 memang diharapkan agar kalian kembali dari Jepang untuk membangun bangsa. Jadi apa yang kalian dapatkan di Jepang, baik ilmu, keterampilan, maupun modal, gunakanlah untuk membangun Indonesia,” ucap Firman.

TAGS : Menaker Magang Jepang Semarang

Terkini