Sinergi Kemenag dan BAZNAS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Rabu, 02 Jul 2025 13:30 WIB
Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional menjalin sinergi lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama  Penandatanganan MoU Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Foto: kemenag)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalin sinergi lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menjalankan dua program unggulan, yakni Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM).

Tujuan utama kerja sama ini adalah menguatkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat secara berkesinambungan.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dan Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Selasa (1 Juli 2025), dalam rangkaian acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para pendamping program BMM–MADADA, yang diikuti oleh 33 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Arsad menjelaskan, konsep MADADA berangkat dari dua kata kunci utama, yaitu “berdaya” dan “berdampak”. Menurutnya, masjid yang berdaya adalah masjid yang memiliki sumber daya untuk bertindak, sedangkan masjid yang berdampak adalah yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sosial sekitarnya. Untuk itu, ia mendorong agar para takmir dapat mentransformasikan fungsi-fungsi masjid menjadi multifungsi.

Baca juga :

Arsad menyebut, transformasi fungsi masjid sejatinya telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad saw. dan dilanjutkan oleh para sahabat serta ulama terdahulu. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Salah satu contohnya adalah Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, yang pada mulanya merupakan masjid tempat belajar.

“Jangan dibayangkan Al-Azhar saat itu sudah berupa kampus besar dengan gedung dan kursi seperti sekarang. Saat itu, proses pembelajaran masih berlangsung di dalam masjid, dengan para mahasiswa duduk bersila mengikuti pengajian. Ini menunjukkan bahwa masjid sejak dulu sudah menjalankan fungsi pendidikan,” jelas Arsad.

Ia juga mengungkapkan pentingnya meneladani sistem Baitul Mal pada masa sahabat sebagai bentuk pengelolaan sosial-ekonomi berbasis masjid yang relevan untuk diterapkan di era modern.

Namun, menurut Arsad, prasyarat utama dari semua inisiatif pemberdayaan ini adalah kejelasan status hukum masjid, terutama terkait tanah wakaf.

“Kita harus pastikan status masjid jelas. Bila belum diwakafkan, segera diurus. Kemenag melalui KUA siap membantu penerbitan Akta Ikrar Wakaf,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menilai kolaborasi ini sangat strategis.

Menurutnya, pemakmuran masjid harus dilakukan melalui kerja sama yang terintegrasi. Masjid, kata dia, perlu difungsikan sebagai sentrum pembangunan umat, baik dalam aspek ibadah maupun ekonomi dan kemanusiaan.

“Nama MADADA ini sangat tepat. Masjidnya diperkuat, dikelola secara profesional, dan akhirnya memberdayakan masyarakat,” ujar Imdad.

Ia juga memastikan bahwa BAZNAS siap mengalokasikan anggaran untuk memperluas program ini secara nasional.

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menambahkan, program MADADA mendukung visi nasional, terutama Asta Cita Presiden terkait percepatan pengentasan kemiskinan, serta Asta Protas Menteri Agama yang menekankan pentingnya “beragama yang berdampak”.

Menurutnya, peran masjid belum dioptimalkan secara maksimal dalam agenda pemberdayaan umat. Ia berharap, program MADADA menjadi tonggak lahirnya masjid-masjid percontohan yang berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia.

“Konsep MADADA ini sudah melalui tiga kali diskusi dan pematangan. Hari ini kita mulai bergerak. Melalui sinergi ini, masjid tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi benar-benar menjadi pusat perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Akmal.

TAGS : Kementerian Agama MADADA Badan Amil Zakat Nasional

Terkini