Komut PT IIM Dipanggil KPK Terkait Dugaan Investasi Fiktif

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Selasa, 15 Jul 2025 14:25 WIB
KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anak Agung Gde Wisnu Wardana, Komisaris Utama PT Insight Investment Management Logo KPK (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (15/7), menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anak Agung Gde Wisnu Wardana, Komisaris Utama PT Insight Investment Management (PT IIM).

Ia akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait investasi fiktif oleh PT Taspen (Persero), dengan PT IIM sebagai pihak korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KPK mengusut aliran dana serta mekanisme investasi yang diduga merugikan keuangan negara dalam skema kerja sama antara Taspen dan perusahaan manajer investasi tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,"  kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya, pada Selasa (15/7) dikutip dari Jurnas.com.

Baca juga :

Selain Agung Gde Wisnu, penyidik KPK juga memanggil Hernatasa selaku analis Investasi Muda PT Taspen 2017-2021.

Untuk diketahui, KPK menetapkan PT IIM sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana investasi di PT Taspen.

Penetapan tersangka korporasi itu merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Direktur Utama PT Taspen Antonius N.S. Kosasih dan Direktur Utama PT IIM Ekiawan Heri Primaryanto.

Saat ini, perkara Kosasih dan Ekiawan tengah diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Kosasih dan Ekiawan didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp1 triliun terkait dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi di PT Taspen.

Perbuatan pidana tersebut sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

TAGS : KPK Investasi Fiktif PT Taspen PT Insight Investments Management

Terkini