Kemnaker Genjot Pelatihan Digital, PBL Smart Sector Resmi Diluncurkan

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Senin, 04 Agu 2025 14:13 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, secara resmi meluncurkan Program Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli (Foto: Ist)

Serang, Indonesiainfo.id - Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, secara resmi meluncurkan Program Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, pada Senin (4/8).

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menciptakan SDM yang siap menghadapi tantangan digital dan industri masa depan.

Menurut Menaker, model pelatihan PBL menawarkan pendekatan yang lebih aplikatif dengan mendorong peserta untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan dunia kerja, bukan sekadar memahami teori.

“Program ini mengintegrasikan pengalaman langsung dan kolaborasi dengan industri agar lulusan vokasi langsung siap kerja,” ujarnya.

Baca juga :

Tahun ini, PBL ditargetkan menjangkau 20.032 peserta secara nasional. Sebanyak 9.664 peserta akan mengikuti pelatihan di unit pelaksana pusat (UPT BPVP), dan 10.368 lainnya di unit pelaksana daerah (UPTD/BLK). Fokus utama program ini adalah pada sektor digital dan teknologi modern.

“Ini bukan sekadar pelatihan. PBL membangun sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Peserta memperoleh keterampilan praktis, sertifikasi kompetensi, dan perlindungan sosial, sementara industri mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai,” jelas Yassierli.

Ia juga menekankan pentingnya pelatihan vokasi sebagai solusi atas tingginya pengangguran lulusan SMK dan ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja.

Menaker menambahkan bahwa Indonesia perlu mengantisipasi tantangan digitalisasi dan transisi ke ekonomi hijau melalui pendekatan triple skilling: reskilling, upskilling, dan skill adjustment.

“SDM kita harus adaptif, kreatif, dan melek teknologi. PBL adalah cara kita untuk membekali mereka dengan kompetensi masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Binalavotas Kemnaker, Agung Nur Rohmad, menjelaskan bahwa metode PBL mendorong peserta untuk mengerjakan proyek yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi canggih. Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis praktik, pemecahan masalah, dan kerja tim adalah kunci agar peserta bisa langsung siap terjun ke dunia kerja.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, kehadiran PBL di BBPVP Serang membawa dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri modern.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan program ini dan berharap bisa terus dikembangkan,” ujar Nur Agis.

TAGS : Menaker RI Yassierli Project Based Learning BBPVP Banten

Terkini