Kementan Genjot Rehabilitasi Irigasi untuk Percepat Tanam di Musim Kemarau

Syafira| Rabu, 20 Agu 2025 11:53 WIB
Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) terus mendorong program rehabilitasi irigasi melalui upaya pompanisasi dan pipanisasi Kementan melaksanakan program pompanisasi dan pipanisasi untuk mempercepat tanam di masa kemarau (Foto: Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) terus mendorong program rehabilitasi irigasi melalui upaya pompanisasi dan pipanisasi. Hal tersebut dilakukan agar dapat mempercepat tanam di musim kemarau.

Sebagai bentuk pelaksanaannya, Dhani Gartina selaku Direktur Irigasi Pertanian meninjau langsung lokasi perswahan yang berada di Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Namun, terlihat selama tiga tahun terakhir lahan tersebut hanya dapat ditanami sekali setahun akibat kerusakan irigasi dan bendung Cariang yang belum berfungsi optimal.

“Sementara dalam perbaikan, kami memberikan bantuan perpipaan agar para petani tetap bisa berproduksi. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional,” jelas Gartina.

Baca juga :

Menurut data Kementerian PU tahun 2024, kondisi jaringan irigasi di Indonesia menghadapi tantangan besar karena sekitar 97% berada dalam kondisi rusak berat, khususnya di tingkat kabupaten/kota. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat bersama lintas kementerian/lembaga mempercepat program rehabilitasi irigasi dan optimalisasi pompanisasi.

Ketua Gapoktan Kudangwangi, Ade, sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. Dirinya mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya program ini karena mampu meningkatkan indeks pertanaman.

“Sebelum ada pipanisasi, petani di Desa Kudangwangi hanya bisa menanam sekali setahun. Kini dengan bantuan pipa 12 inch dari Kementan, kami bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Petani sangat terbantu,” ungkapnya.

Upaya ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa perbaikan dan pembangunan irigasi melalui pompanisasi dan pipanisasi serta memastikan ketersediaan air bagi petani, merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Program pompanisasi ini juga merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 tahap pertama, dengan total cakupan 280.880 hektare di 13 Provinsi. Cakupan tersebut meliputi Aceh (24.186 ha), Sumatera Utara (31.300 ha), Riau (18.037 ha), Jambi (21.170 ha), Sumatera Selatan (26.127 ha), Lampung (13.439 ha), Bangka Belitung (4.314 ha), Kalimantan Barat (41.453 ha), Kalimantan Tengah (7.395 ha), Kalimantan Selatan (66.161 ha), Kalimantan Timur (7.407 ha), Kalimantan Utara (7.677 ha), dan Sulawesi Selatan (12.214 ha).

Atiqah Zahra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

TAGS : Kementan Pompanisasi Pipanisasi Rehabilitasi Irigasi

Terkini