IMM Gelar Youth Diplomacy Forum, Pemuda Didukung Jadi Diplomat Global

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Sabtu, 27 Sep 2025 14:45 WIB
DPP IMM bekerja sama dengan OIC Youth Indonesia menyelenggarakan Youth Diplomacy Forum di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada 26-28 September 2025 Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta memberi (Foto: Kemlu)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bekerja sama dengan OIC Youth Indonesia menyelenggarakan Youth Diplomacy Forum di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada 26-28 September 2025.

Acara ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri, swasta, Muhammadiyah Aisyiyah, serta kader IMM dari seluruh Indonesia.

Forum ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, ia menegaskan pentingnya peran pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan global yang terus berubah.

“Tema yang dipilih sangat menantang karena membutuhkan kesiapan prima kader Muhammadiyah agar dapat tetap berperan di tengah perubahan global,” ujar Anis.

Ketua Panitia Muhammad Mizan Al Araaf menjelaskan bahwa forum ini menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat Kementerian Luar Negeri, akademisi, hingga praktisi diplomasi publik multijalur. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan literasi internasional sekaligus keterampilan diplomasi generasi muda.

“Agenda ini diikuti oleh 75 mahasiswa dan kader IMM dari berbagai kota dengan pemateri yang beragam. Harapannya, forum ini memperluas wawasan isu internasional dan meningkatkan skill diplomasi anak muda di Indonesia,” kata Mizan.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Fadhil Mahdi, yang menilai percepatan dinamika global menuntut kader muda memiliki kesiapan strategis.

“Diplomat Muhammadiyah harus mampu menyongsong masa depan yang penuh tantangan dengan strategi diplomasi politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun kemanusiaan global,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Imam Adaruqutni. Ia menekankan bahwa diplomasi bukan sekadar urusan meja perundingan, melainkan juga seni bernegosiasi dan memahami orang lain.

“Masa depan diplomasi Indonesia akan sangat ditentukan oleh peran generasi muda. Forum ini lahir dari kesadaran bahwa dunia kian terhubung sekaligus rentan oleh ketidakadilan global, krisis iklim, konflik kemanusiaan, dan ketimpangan ekonomi,” ucap Imam.

Perwakilan OIC Youth International dari Turki, Yunus Sonmez, turut menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini. Ia menilai diplomasi pemuda sangat penting dalam mewakili aspirasi masa depan.

“Gerakan solidaritas kemanusiaan global banyak diinisiasi kalangan muda. Suara mereka kini tidak bisa diabaikan,” ucapnya.

Forum ini ditutup dengan pesan agar kader IMM dan pemuda Muhammadiyah selalu memegang prinsip Islam Berkemajuan dalam praktik diplomasi.

Anis Matta mengingatkan, “Diplomasi membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik untuk meyakinkan pihak lain agar mendukung arah yang kita mau. Dengan kesiapan itu, generasi muda akan mampu menjadi katalis perubahan global.”

TAGS : DPP IMM OIC Youth Indonesia Pusat Dakwah Muhammadiyah

Terkini