
Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, melakukan konferensi pers usai acara World Peace Forum (WPF) ke-9 yang digelar di Gedung Nusantara V DPR RI (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menilai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan keputusan yang pantas dan sebaiknya diterima sebagai kenyataan sejarah.
Pernyataan itu disampaikan JK usai mengikuti acara World Peace Forum (WPF) di Gedung Nusantara V DPR RI, pada Senin (9/11). Ia menegaskan bahwa meski Soeharto memiliki kekurangan, jasa-jasanya terhadap bangsa Indonesia jauh lebih besar.
“Mungkin saja Pak Soeharto mempunyai sedikit kekurangan. Tapi lebih banyak jasanya kepada negara ini,” ujar JK.
Menurut JK, perdebatan soal pro dan kontra terhadap sosok Soeharto seharusnya berakhir setelah keputusan resmi diberikan oleh presiden.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melihat kontribusi besar Soeharto terhadap kemajuan bangsa selama masa pemerintahannya.
“Kalau presiden sudah memutuskan, ya bukan lagi pro kontra. Kita terima sebagai kenyataan. Siapa sih yang tidak punya kekurangan? Tapi beliau telah membawa negeri ini lebih baik,” tambahnya.
JK juga menyinggung keberhasilan ekonomi di masa Orde Baru, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai 78 persen.
Ia menyebut pencapaian itu sulit ditandingi setelah era Soeharto berakhir.
“Waktu Pak Soeharto, pertumbuhan bisa 78 persen. Setelah itu sulit mencapainya,” kata JK.
Menutup pernyataannya, JK mengaitkan pandangannya dengan prinsip keadilan dalam agama, bahwa seseorang dinilai dari keseimbangan antara amal dan dosa.
“Sama juga dalam agama. Kalau amalnya lebih banyak dari dosanya, masuk surga. Begitu juga dengan Soeharto. Ada masalah, tapi lebih banyak sumbangannya kepada bangsa,” tutupnya.
TAGS : Jusuf Kalla Mantan Presiden Gelar Pahlawan Soeharto Prabowo Subianto