
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (tengah) bersama para Dirut baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang baru dilantik (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar menghadiri serah terima jabatan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Menko PM menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan baru sekaligus penghormatan kepada jajaran sebelumnya yang telah menjalankan tugas.
“Serah terima jabatan dirut BPJS ketenagakerjaan yang lama kepada yang baru, serah terima BPJS kesehatan yang lama kepada Dirut BPJS kesehatan yang baru, sejak detik ini langsung bertugas melanjutkan estafet kepemimpinan periode sebelumnya, dan saya ucapkan terima kasih dan penghormatan kepada dirut BPJS yang lama, baik BPJS ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan,” kata Muhaimin pada Jumat (20/2) di Jakarta.
Ia menyebut kedua lembaga tersebut memiliki skala besar karena mengelola jaminan sosial nasional. Menurutnya, BPJS Kesehatan melayani sekitar 283 juta peserta, sementara BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana sangat besar sehingga diperlukan komitmen serta kerja sama lintas sektor.
“Tentu membutuhkan kesungguhan, komitmen, kebersamaan, dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Menko Muhaimin juga menyampaikan dua agenda utama yang perlu segera dikerjakan, yakni peningkatan kepesertaan aktif dan perluasan perlindungan pekerja informal. Ia menyebut koordinasi lintas kementerian akan segera dilakukan.
“Minggu depan kita sudah mulai langsung start, rapat pertama dengan Menteri kesehatan, menteri sosial, dan Dirut BPJS kesehatan, untuk memetakan dan menuntaskan pending-pending meter yang masih harus diselesaikan,” katanya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan siap menjalankan amanah mengelola program jaminan kesehatan nasional dengan jumlah peserta yang besar.
“Saya merasa menerima amanat yang besar, jadi akan ikut menyelenggarakan jaminan kesehatan sosial, yang pesertanya 283 juta jiwa dan bekerja sama dengan 23 ribu fasilitas kesehatan dan 3 ribu rumah sakit,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan komitmen memberikan pelayanan `yang mudah, cepat, dan tepat.`
Sementara itu Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat memaparkan tiga fokus kerja yang disebut sebagai konsep 3C.
“Yang pertama coverise, bagaimana kami memastikan coverise pada pekerja informal, pekerja bukan penerima upah, dan pekerja imigran dapat mencakup karena memang saat ini perlu banyak ditingkatkan,” katanya.
“Yang kedua yaitu care bagaimana kami meningkatkan layanan agar para pekerja dan keluarga pekerja mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik. C yang ketiga adalah creadibility bagaimana kami meningkatkan kredibilitas atas data, proses, dan komponen melalui kolaborasi dengan para stakeholder,” tambahnya.
TAGS : Menko Muhaimin Prihati Pujowaskito Saiful Hidayat BPJS Kesehatan Ketenagakerjaan