Menko Muhaimin Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival JJN

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Jum'at, 06 Mar 2026 18:59 WIB
Menko Muhaimin secara resmi membuka Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 di Jakarta, pada Jumat (6/3). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan pada acara Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 di Jakarta (Foto: Vaza/Indonesiainfo.id)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, secara resmi membuka Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 di Jakarta, pada Jumat (6/3).

Dalam sambutannya, Menko PM menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membangkitkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan aset strategis pemerintah yang selama ini tidak terpakai (idle).

Program yang menjadi bagian dari Pasar Seribu Satu Malam ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para pelaku usaha kecil agar dapat bertemu langsung dengan konsumen di lokasi-lokasi strategis milik pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN.

Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk hadir sebagai enabling actor dengan membuka akses fasilitas bagi pelaku ekonomi kerakyatan.

Baca juga :

Ia menginstruksikan agar sarana dan prasarana yang tidak berdaya fungsi dengan baik segera dialihkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM.

"Banyak tempat-tempat idle yang selama ini tidak dioptimalkan. Padahal, banyak pelaku usaha kecil menengah, koperasi, terutama mikro, sangat membutuhkan sarana untuk bertemu dengan konsumen. Lebih baik (aset tersebut) diserahkan kepada UMKM kita untuk tumbuh dan berkembang," ujar Menko Muhaimin.

Lebih lanjut, Menko PM menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat kini menuntut paradigma kerja baru, yaitu dorongan untuk naik kelas.

Targetnya adalah mengubah skala usaha dari mikro menjadi menengah, serta memperkuat ekonomi rumah tangga yang digerakkan oleh para ibu sebagai pejuang ekonomi keluarga.

Ia memuji daya tahan para pelaku usaha lokal yang tetap tangguh dalam berbagai situasi ekonomi. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga keuangan seperti BRI dan PNM sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor ini.

"Kita ingin aset-aset publik yang strategis, terutama di daerah, harus terus kita manfaatkan bagi tumbuh kembangnya UMKM kita. Negara dan pemerintah harus hadir sebagai enabling actor yang membuka akses, memfasilitasi, dan memastikan usaha rakyat bisa naik kelas," tegas Menko Muhaimin.

Festival Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menjadi ajang bisnis, tetapi juga upaya melestarikan tradisi kuliner Indonesia. Ragam menu seperti Selendang Mayang yang merupakan perpaduan budaya Melayu, Betawi, dan Tionghoa hingga Kerak Telur menjadi sorotan utama dalam promosi ekonomi kreatif kali ini.

Menko Muhaimin berharap piloting proyek JJN ini tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan direplikasi secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

"Jejak jajanan Nusantara ini harus menjadi milik semua, digerakkan oleh semua, menjadi peluang untuk semua untuk tumbuh bersama-sama. Jangan lewatkan berbagai sajian yang betul-betul untuk menumbuhkembangkan kreativitas ekonomi kita," kata Menko PM.

Acara JJN 2026 akan berlangsung selama tiga hari ke depan, bertepatan dengan momen Ramadan, sekaligus menjadi destinasi pilihan bagi masyarakat untuk melakukan buka puasa bersama (bukber) sambil mendukung produk lokal.

TAGS : Menko Muhaimin Festival Jejak Jajanan Nusantara UMKM Bulan Ramadhan

Terkini