Presiden Jokowi Ingin Ada Terobosan Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Syafira| Selasa, 12 Sep 2023 09:50 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya untuk mencari sebuah langkah terobosan dalam mengentas penyalahgunaan narkoba. Barang bukti narkoba yang diamankan. (Foto: Ist).

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya untuk mencari sebuah langkah terobosan dalam mengentas penyalahgunaan narkoba.

Dorongan itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (11/9/23), untuk membahas terkait penanganan masalah narkoba di Tanah Air. 

“Pada siang hari ini saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan terobosan agar kejahatan luar biasa ini (masalah narkoba, red.) bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik,” ucap Jokowi, dikutip dari laman resmi Presiden RI.

Presiden Jokowi menuturkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mencatat kasus penyalahgunaan narkoba mencapai 3,6 juta jiwa atau 1,96 persen. Untuk itu, Presiden meminta seluruh jajarannya melakukan penegakan hukum yang tegas dan memberikan efek jera kepada para pelaku.

Baca juga :

“Karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang juga terlibat di jalurnya, ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka,” tutur Jokowi.

Sementara itu, terkait rehabilitasi bagi para pengguna narkoba, Presiden Jokowi mengapresiasi usulan terkait penggunaan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) sebagai salah satu tempat untuk rehabilitasi.

Meski demikian, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa penggunaan tempat tersebut masih harus dikalkulasi secara matang.

“Di setiap Kodam, saya kira punya kapasitas kurang lebih 500-an yang bisa direhab di situ, tapi nanti kita bicarakan juga anggarannya seperti apa,” ujarnya.

Pada rapat tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya mencegah penyalahgunaan narkoba di Tanah Air. Kepala Negara pun meminta jajarannya untuk fokus dalam menyelesaikan masalah penyelundupan narkoba di sejumlah provinsi dengan kasus narkoba tertinggi.

“Ini saya kira agar kita fokus, saya nanti juga memutuskan kita kerjakan tidak di semua provinsi dulu, mungkin lima besar, provinsi lima besar yang narkobanya paling tinggi kita fokuskan di situ atau sepuluh besar nanti kita putuskan setelah berbicara di sini,” tandas Presiden.

TAGS : Presiden Jokowi Narkoba BNN Joko Widodo

Terkini