BAS, Jurus Praktis Budi Arie Tangkal Hoaks Pemilu

Syafira| Sabtu, 03 Feb 2024 19:14 WIB
BAS, Jurus Praktis Budi Arie Tangkal Hoaks Pemilu Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi. (Foto: Kominfo)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), terus berupaya berupaya memerangi konten hoaks dan menjalankan Kampanye Pemilu Damai 2024. Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi membagikan jurus praktis dan ampuh agar masyarakat tidak menjadi korban hoaks.

“Secara khusus saya ingin berbagi tips agar kita semua tidak menjadi korban dan pelaku penyebaran hoaks. Dengan ingat singkatan nama saya. Tolong dingat-ingat ya, BAS!" ujar Budi Arie dalam Literasi Digital Pemilu Damai yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (01/02/24) lalu.

BAS, lanjut Budi Arie, yang berarti B, Baca informasi dengan hati-hati. Kedua, A itu Ayo cek dulu kebenaran informasinya. "Dan yang terakhir adalah S, Stop informasi bohong dan mengandung konflik SARA. Saring dulu sebelum sharing," ujarnya.

Menteri Budi Arie menyontohkan salah satu konten hoaks yang memuat informasi tidak benar telah diidentifikasi Tim AIS Kementerian Kominfo. Konten berupa unggahan video pada tanggal 17 Januari 2024 yang mengklaim penemuan kotak suara ganda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga :

“Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoaks tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Inilah salah satu contoh bagaimana temuan hoaks bisa menjadi mendelegitimasi kepercayaan masyarakat pada institusi penyelenggaraan Pemilu,” ungkapnya.

Kementerian Kominfo, lanjut Budi Arie terus melakukan pemantauan konten yang tersebar di internet untuk menangkal berita hoaks. Menurutnya, Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika mengidentifikasi manakala ada peredaran segala jenis berita hoaks, disinformasi, misinformasi maupun malinformasi serta ujaran kebencian di media sosial.

“Jelang Pemilu ini banyak berseliweran info-info berita palsu. Namun hoaks itu tidak bertahan lama, sebab kami langsung melakukan take down secara adat digital dalam 1×24 jam karena kami mempunyai patroli siber dengan menggunakan mesin crawling,” jelas Menkominfo.

Menteri Budi Arie juga mengingatkan agar masyarakat tidak membagikan informasi hoaks atau yang melanggar peraturan perundang-undangan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih sejuk dan bijak dalam bersuara menggunakan teknologi digital,” ujarnya.

TAGS : Kominfo Budi Arie Setiadi BAS Hoaks Pemilu Berita hoaks Hoax

Terkini