Nadiem Tekankan Pentingnya Literasi Digital di Era Perkembangan Teknologi

Syafira| Selasa, 26 Mar 2024 13:36 WIB
Nadiem Tekankan Pentingnya Literasi Digital di Era Perkembangan Teknologi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Youtube)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (MendikbudristekNadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa digitalisasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) merupakan hal yang penting di tengah era perkembangan teknologi terkini.

Ia menilai, digitalisasi tata kelola ASN tidak hanya berupa penyediaan alat teknologi, namun juga pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut.

“Kapabilitas SDM dengan literasi digital yang memadai adalah kunci mewujudkan organisasi kementerian dengan pola pikir digital (Digital Mindset),” ucap Nadiem di Jakarta, Senin (25/3).

Hal tersebut disampaikan Nadiem pada Webinar dan e-Learning Literasi Digital, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan diikuti lebih dari 80.000 Pegawai ASN Kemendikbudristek yang terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Webinar berlangsung secara hibrida mulai 25 s.d. 28 Maret 2024.

Baca juga :

Menteri Nadiem menambahkan, kapabilitas literasi digital terbagi dalam empat dimensi, yaitu dimensi ketrampilan digital, dimensi etika digital, dimensi kebudayaan digital, dan dimensi keamanan digital.

Melalui pemahaman empat dimensi tersebut, SDM Kemendikbudristek dapat membangun karakter yang tangguh, jiwa nasionalisme yang tinggi, dan kemampuan komunikasi yang handal.

Menteri Nadiem mengatakan, pihaknya menyambut baik rancangan Kemenkominfo dalam penyelenggaran pelatihan digital sektor pemerintahan bagi ASN Kemendikbudristek.

"Melalui pelatihan ini, semoga seluruh ASN Kemendikbudristek mampu mendayagunakan berbagai elemen dalam teknologi digital untuk menguatkan budaya inovasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan nilai tambah dalam pelayanan pada masyarakat, khususnya upaya kita dalam melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar,” tegas Nadiem.

Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo, Budi Arie Setiadi mengatakan, peningkatan kemampuan pemanfaatan internet secara aman dan produktif terbukti semakin penting di tengah pesatnya penetrasi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Budi menilai, kondisi tersebut harus menggugah kesadaran masyarakat, khususnya ASN dalam meningkatkan literasi digital di Indonesia.

Budi mengatakan, pemerintah melalui Kemenkominfo akan menghadirkan LDSP secara masif untuk terus meningkatkan angka indeks literasi digital Indonesia yang mana tahun 2023 berada di 3,65% dari skala 5%, atau setara dengan tingkat sedang.

Secara ekonomi, literasi digital bermanfaat untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja, partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan berbasis ekonomi digital, dan mewujudkan inklusi digital.

Selain aspek ekonomi, literasi digital juga berpengaruh pada aspek sosial dan budaya. Pengaruh tersebut membantu masyarakat bereaksi bijak dalam perkembangan teknologi sehingga mampu terhindar dari dampak negatif pemanfaatan teknologi tersebut.

“Sejak tahun 2017, program literasi digital Kominfo telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 24,8 juta peserta di Indonesia. Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) telah memiliki 142 jejaring dari berbagai latar belakang, baik komunitas, akademisi, perusahaan teknologi, dan organisasi masyarakat.

GNLD juga menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat kecakapan digital dasar masyarakat, mencegah penyebaran konten negatif, serta menciptakan ruang digital yang aman dan produktif,” ucap Budi.

TAGS : Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Literasi Digital Perkembangan Teknologi

Terkini